Tuesday, April 18, 2006

Nge-leot lagi

Bukan.. bukan leot buat blog saya kok. Yang sekarang ini ngebantuin temen aja. Akhirnya kemaren dia nagih janji yang sudah tertunda hampir dua minggu; bantuin ngebenahin blog dia. Akhirnya jadilah kemarin ngebenahin sekaligus dua blognya.
Sebenarnya gak bikin leot dari nol sih, cuman memodif yang udah ada aja. Jadi ya gak lama. Waktu paling lama dihabiskan untuk membuat bannernya, atau tepatnya me-retouch (kan yang bikin gambar aslinya bukan saya..). Yah, tunai sudah janji bakti... *beuh*

Jadi inget, masih ada janji sama teman lain yang rumahnya di villageoflost untuk bantuin soal leot-leotan ini juga. So, "Pak, whenever you're ready just buzz me, lah! Asal guanya gak lagi mau pergi, insya Allah gua siap deh..."

Akh... udah hampir akhir bulan aja. Waktu berjalan gak terasa gini. Tiba-tiba udah hampir deadline lagi.... *sigh*


UPDATE: ternyata kayaknya saya juga ada janji yang sama dengan bapak yang tinggal di negeri Belanda ini. Hehehe...

Friday, April 7, 2006

Tentang Real Ninja

Saya penggemar anime jepang Naruto. Tapi video ini... merusak nama baik ninja-ninja Naruto... :P
Hwahahaha... lucu banget!



P.S: Sebenarnya ini dalam rangka iseng nyobain You Tube.

Pot with lid

Image hosting by Photobucket

This one is a product of IKEA.

Price SGD 29.00

Well, it doesn't have to be this particular pot. Any kind of cooking pot is OK as long as it's not the teflon coated one.

Sepuluh Alasan Untuk Tidak Memakai Jilbab!

Saya dapatkan artikel ini dari salah satu milis muslim yang saya ikuti.

***
Sepuluh Alasan Untuk Tidak Memakai Jilbab!
Oleh : Dr. Huwayda Ismaeel (Diterjemahkan dari artikel berbahasa Inggris)
Dari: Al-Bayan Magazine


ALASAN I :
Saya belum benar-benar yakin akan fungsi/kegunaan jilbab.

Kami kemudian menanyakan dua pertanyaan kepada saudari ini;

Pertama, apakah ia benar-benar percaya dan mengakui kebenaran agama Islam? Dengan alami ia berkata, Ya, sambil kemudian mengucap Laa Ilaa haIllallah! Yang menunjukkan ia taat pada aqidahnya dan Muhammadan rasullullah! Yang menyatakan ia taat pada syariahnya. Dengan begitu ia yakin akan Islam beserta seluruh hukumnya.

Kedua, kami menanyakan; Bukankah memakai jilbab termasuk hukum dalam Islam? Apabila saudari ini jujur dan dan tulus dalam ke-Islamannya, ia akan berkata; Ya, itu adalah sebagian dari hukum Islam yang tertera di Al-Quran suci dan merupakan sunnah Rasulullah SAWW yang suci.

Jadi kesimpulannya disini, apabila saudari ini percaya akan Islam dan meyakininya, mengapa ia tidak melaksanakan hukum dan perintahnya?

ALASAN II :
Saya yakin akan pentingnya jilbab namun Ibu saya melarangnya, dan apabila saya melanggar ibu, saya akan masuk neraka.

Yang telah menjawab hal ini adalah ciptaan Allah Azza wa Jalla termulia, Rasulullah SAWW dalam nasihatnya yang sangat bijaksana; "Tiada kepatuhan kepada suatu ciptaan diatas kepatuhan kepada Allah SWT." (Ahmad). Sesungguhnya, status orangtua dalam Islam, menempati posisi yang sangat tinggi dan terhormat. Dalam sebuah ayat disebutkan;

"Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun. Dan berbuat baiklah kepada kedua orang Ibu Bapak . . " (QS. An-Nisa:36).
Kepatuhan terhadap orangtua tidak terbatas kecuali dalam satu aspek, yaitu apabila berkaitan dengan kepatuhan kepada Allah SWT. Allah berfirman;
"dan jika keduanya memaksamu untuk
mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya?? (QS. Luqman : 15)
Berbuat tidak patuh terhadap orangtua dalam menjalani perintah Allah SWT tidak menyebabkan kita dapat berbuat seenaknya terhadap mereka. Kita tetap harus hormat dan menyayangi mereka sepenuhnya. Allah berfirman di ayat yang sama;
"dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik."
Kesimpulannya, bagaimana mungkin kamu mematuhi ibumu namun melanggar Allah SWT yang menciptakan kamu dan ibumu.

ALASAN III :
Posisi dan lingkungan saya tidak membolehkan saya memakai jilbab.

Saudari ini mungkin satu diantara dua tipe: dia tulus dan jujur, atau sebaliknya, ia seorang penipu yang mengatasnamakan lingkungan pekerjaannya untuk tidak memakai jilbab. Kita akan memulai dengan menjawab tipe dia adalah wanita yang tulus dan jujur.

"Apakah anda tidak tidak menyadari saudariku tersayang, bahwa wanita muslim tidak diperbolehkan untuk meninggalkan rumah tanpa menutupi auratnya dengan hijab dan adalah kewajiban bagi setiap muslim untuk mengetahuinya? Apabila engkau, saudariku, menghabiskan banyak waktu dan tenagamu untuk melakukan dan mempelajari berbagai macam hal di dunia ini, bagaimana mungkin engkau dapat sedemikian cerobohnya untuk tidak mempelajari hal-hal yang akan menyelamatkanmu dari kemarahan Allah dan kematianmu?"

Bukankah Allah SWT telah berfirman;
"maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan, jika kamu tidak mengetahui" (QS An-Nahl : 43).
Belajarlah untuk mengetahui hikmah menutup auratmu. Apabila kau harus keluar rumahmu, tutupilah auratmu dengan jilbab, carilah kesenangan Allah SWT daripada kesenangan syetan. Karena kejahatan dapat berawal dari pemandangan yang memabukkan dari seorang wanita.

Saudariku tersayang, apabila kau benar-benar jujur dan tulus dalam menjalani sesuatu dan berusaha, kau akan menemukan ribuan tangan kebaikan siap membantumu, dan Allah SWT akan membuat segala permasalahan mudah untukmu. Bukankah Allah SWT telah berfirman;
"Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rizki dari arah yang tiada disangka-sangkanya.." (QS. AtTalaq :2-3).
Kedudukan dan kehormatan adalah sesuatu yang ditentukan oleh Allah SWT. Dan tidak bergantung pada kemewahan pakaian yang kita kenakan, warna yang mencolok, dan mengikuti trend yang sedang berlaku. Kehormatan dan kedudukan lebih kepada bersikap patuh pada Allah SWT dan Rasul-Nya SAW, dan bergantung pada hukum Allah SWT yang murni. Dengarkanlah kalimat Allah;
"sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah adalah orang yang paling bertakwa diantara kamu.." (QS. Al-Hujurat:13).
Kesimpulannya, lakukanlah sesuatu dengan mencari kesenangan dan keridhoan Allah SWT, dan berikan harga yang sedikit pada benda-benda mahal yang dapat menjerumuskanmu.

ALASAN IV :
Udara di daerah saya amatlah panas dan saya tidak dapat menahannya. Bagaimana mungkin saya dapat mengatasinya apalagi jika saya memakai jilbab.

Allah SWT memberikan perumpamaan dengan mengatakan;
"api neraka jahannam itu lebih lebih sangat panas(nya) jikalau mereka mengetahui.." (QS At-Taubah : 81)
Bagaimana mungkin kamu dapat membandingkan panas di daerahmu dengan panas di neraka jahannam? Sesungguhnya saudariku, syetan telah mencoba membuat talli besar untuk menarikmud ari panasnya bumi ini kedalam panasnya suasana neraka.

Bebaskan dirimu dari jeratannya dan cobalah untuk melihat panasnya matahari sebagai anugerah, bukan kesengsaraan. Apalagi mengingat bahwa intensitas hukuman dari Allah SWT akan jauh lebih berat dari apa yang kau rasakan sekarang di dunia fana ini. Kembalilah pada hukum Allah SWT dan berlindunglah dari hukuman-Nya, sebagaimana tercantum dalam ayat;
"mereka tidak merasakan kesejukan di dalamnya dan tidak (pula mendapat) minuman, selain air yang mendidih dan nanah" (QS. AN-NABA 78:24-25).
Kesimpulannya, surga yang Allah SWT janjikan, penuh dengan cobaan dan ujian. Sementara jalan menuju neraka penuh dengan kesenangan, nafsu dan kenikmatan.

ALASAN V :
Saya takut, bila saya memakai jilbab sekarang, di lain hari saya akan melepasnya kembali, karena saya melihat banyak sekali orang yang begitu.

Kepada saudari itu saya berkata, "apabila semua orang mengaplikasikan logika anda tersebut, mereka akan meninggalkan seluruh kewajibannya pada akhirnya nanti! Mereka akan meninggalkan shalat lima waktu karena mereka takut tidak dapat melaksanakan satu saja waktu shalat itu. Mereka akan meninggalkan puasa di bulan ramadhan, karena mereka tekut tidak dapat menunaikan satu hari ramadhan saja di bulan puasa, dan seterusnya. Tidakkah kamu melihat bagaimana syetan telah menjebakmu lagi dan memblokade petunju bagimu?

Allah SWT menyukai ketaatan yang berkesinambungan walaupun hanya suatu ketaatan yang sangat kecil atau dianjurkan. Lalu bagaimana dengan sesuatu yang benar-benar diwajibkan sebagaimana kewajiban memakai jilbab? Rasulullah SAWW bersabda;
"Perbuatan yang paling dicintai Allah adalah perbuatan mulia yang terus menerus, yang mungkin orang lain anggap kecil."
Mengapa kamu saudariku, tidak melihat alasan mereka yang dibuat-buat untuk menanggalkan kembali jilbab mereka dan menjauhi mereka? Mengapa tidak kau buka tabir kebenaran dan berpegang teguh padanya? Allah SWT sesungguhnya telah berfirman;
"maka kami jadikan yang demikian itu peringatan bagi orang-orang dimasa itu, dan bagi mereka yang datang di masa kemudian, serta menjadi pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa" (QS. AL BAQARAH 2:66)
Kesimpulannya, apabila kau memegang teguh petunjuk dan merasakan manisnya keimanan, kau tidak akan meninggalkan sekali pun perintah Allah SWT setelah kau melaksanakannya.

ALASAN VI :
Apabila saya memakai jilbab, maka jodohku akan sulit, jadi aku akan memakainya nanti setelah menikah.

Saudariku, suami mana pun yang lebih menyukaimu tidak memakai jilbab dan membiarkan auratmu di depan umum, berarti dia tidak mengindahkan hukum dan perintah Allah SWT dan bukanlah suami yang berharga sejak semula. Dia adalah suami yang tidak memiliki perasaan
untuk melindungi dan menjaga perintah Allah SWT, dan jangan pernah berharap tipe suami seperti ini akan menolongmu menjauhi api neraka, apalagi memasuki surga Allah SWT. Sebuah rumah yang dipenuhi dengan ketidak- taatan kepada Allah SWT, akan selalu menghadapi kepedihan dan kemalangan di dunia kini dan bahkan di akhirat nanti.

Allah SWT bersabda;
"dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta" (QS. TAHA 20:124)
Pernikahan adalah sebuah pertolongan dan keberkahan dari Allah SWT kepada siapa saja yang Ia kehendaki. Berapa banyak wanita yang ternyata menikah sementara mereka yang tidak memakai jilbab tidak? Apabila kau, saudariku tersayang, mengatakan bahwa ketidak-tertutupanmu kini adalah suatu jalan menuju sesuatu yang murni, asli, yaitu pernikahan. Tidak ada ketertutupan. Saudariku, suatu tujuanyang murni, tidak akan tercapai melalui jalan yang tidak murni dan kotor dalam Islam. Apabila tujuannya bersih dan murni, serta terhormat, maka jalan menuju kesana pastilah harus dicapai dengan bersih dan murni pula. Dalam syariat Islam kita menyebutnya : Alat atau jalan untuk mencapai sesuatu, tergantung dari peraturan yang ada untuk mencapai tujuan tersebut.
Kesimpulannya, tidak ada keberkahan dari suatu perkawinan yang didasari oleh dosa dan kebodohan.

ALASAN VII :
Saya tidak memakai jilbab berdasarkan perkataan Allah SWT : "dan terhadap nikmat Tuhanmu, maka hendaklah kamu menyebut-nyebutnya (dengan bersyukur)"(QS.Ad-Dhuhaa 93: 11). Bagaimana mungkin saya menutupi anugerah Allah berupa kulit mulus dan rambutku yang indah?

Jadi saudari kita ini mengacu pada Kitab Allah selama itu mendukung kepentingannya dan pemahamannya sendiri ! ia meninggalkan tafsir sesungguhnya dibelakang ayat itu apabila hal itu tidak menyenangkannya. Apabila yang saya katakan ini salah, mengapa saudari kita ini tidak mengikuti ayat :
"janganlah mereka menampakkan perhiasannya kecuali yang nampak daripadanya" (QS An-Nur 24: 31]
dan sabda Allah SWT:
"katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin; hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya.." (QS Al-Ahzab 33:59).
Dengan pernyataan darimu itu, saudariku, engkau telah membuat syariah sendiri bagi dirimu, yang sesungguhnya telah dilarang oleh Allah SWT, yang disebut at-tabarruj dan as-sufoor. Berkah terbesar dari Allah SWT bagi kita adalah iman dan hidayah, yang diantaranya adalah menggunakan hijab. Mengapa kamu tidak mempelajari dan menelaah anugerah terbesar bagimu ini?
Kesimpulannya, apakah ada anugerah dan pertolongan terhadap wanita yang lebih besar daripada petunjuk dan hijab?

ALASAN VIII :
Saya tahu bahwa jilbab adalah kewajiban, tapi saya akan memakainya bila saya sudah merasa terpanggil dan diberi petunjuk olehNya.

Saya bertanya kepada saudariku ini, rencana atau langkah apa yang ia lakukan selama menunggu hidayah, petunjuk dari Allah SWT seperti yang dia katakan? Kita mengetahui bahwa Allah SWT dalam kalimat-kalimat bijak-Nya menciptakan sebab atau cara untuk segala sesuatu. Itulah mengapa orang yang sakit menelan sebutir obat untuk menjadi sehat, dan sebagainya. Apakah saudariku ini telah dengan seluruh keseriusan dan usahanya mencari petunjuk sesungguhnya dengan segala ketulusannya, berdoa, sebagaimana dalam surah Al-Fatihah 1:6 "Tunjukilah kami jalan yang lurus" serta berkumpul mencari pengetahuan kepada muslimah-muslimah lain yang lebih taat dan yang menurutnya telah diberi petunjuk dengan menggunakan jilbab?
Kesimpulannya, apabila saudariku ini benar-benar serius dalam mencari atau pun menunggu petunjuk dari Allah SWT, dia pastilah akan melakukan jalan-jalan menuju pencariannya itu.

ALASAN IX :
Belum waktunya bagi saya. Saya masih terlalu muda untuk memakainya. Saya pasti akan memakainya nanti seiring dengan penambahan umur dan setelah saya pergi haji.

Malaikat kematian, saudariku, mengunjungi dan menunggu di pintumu kapan saja Allah SWT berkehendak. Sayangnya, saudariku, kematian tidak mendiskriminasi antara tua dan muda dan ia mungkin saja datang disaat kau masih dalam keadaan penuh dosa dan ketidaksiapan Allah SWT bersabda;
"tiap umat mepunyai batas waktu; maka apabila telah datang waktunya mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaat pun dan tidak dapat (pula) memajukannya" (QS Al-An'aam 7:34]
Saudariku tersayang, kau harus berlomba-lomba dalam kepatuhan pada Allah SWT;
"berlomba-lombalah kamu kepada (mendapatkan) ampunan dari Tuhanmu dan surga yang luasnya seluas langit dan bumu.." (QS Al-Hadid 57:21)
Saudariku, jangan melupakan Allah SWT atau Ia akan melupakanmu di dunia ini dan selanjutnya. Kau melupakan jiwamu sendiri dengan tidak memenuhi hak jiwamu untuk mematuhi-Nya. Allah mengatakan tentang orang-orang yang munafik,
"dan janganlah kamu seperti orang- orang yang lupa kepada Allah, lalu Allah menjadikan mereka lupa kepada diri mereka sendiri" (QS Al-Hashr 59: 19)
Saudariku, memakai jilbab di usiamu yang muda, akan memudahkanmu. Karena Allah SWT akan menanyakanmu akan waktu yang kau habiskan semasa mudamu, dan setiap waktu dalam hidupmu di hari pembalasan nanti.

Kesimpulannya, berhentilah menetapkan kegiatanmu dimasa datang, karena tidak seorang pun yang dapat menjamin kehidupannya hingga esok hari.

ALASAN X :
Saya takut, bila saya memakai jilbab, saya akan di-cap dan digolongkan dalam kelompok tertentu! Saya benci pengelompokan!

Saudariku, hanya ada dua kelompok dalam Islam. Dan keduanya disebutkan dalam Kitabullah. Kelompok pertama adalah kelompok / tentara Allah (Hizbullah) yang diberikan pada mereka kemenangan, karena kepatuhan mereka. Dan kelompok kedua adalah kelompok syetan yang terkutuk (hizbush-shaitan) yang selalu melanggar Allah SWT. Apabila kau, saudariku, memegang teguh perintah Allah SWT, dan ternyata disekelilingmu adalah saudara-saudaramu yang memakai jilbab, kau tetap akan dimasukkan dalam kelompok Allah SWT. Namun apabila kau memperindah nafsu dan egomu, kau akan mengendarai kendaraan Syetan, seburuk-buruknya teman.


KESIMPULAN

Tubuhmu, dipertontonkan di pasar para syetan dan merayu hati para pria. Model rambut, pakaian ketat yang mempertontonkan setiap detail tubuhmu, pakaian-pakaian pendek yang menunjukkan keindahan kakimu, dan semua yang dapat membangkitkan amarah Allah SWT dan menyenangkan syetan. Setiap waktumu yang kau habiskan dalam kondisi ini, akan terus semakin menjauhkanmu dari Allah SWT dan semakin membawamu lebih dekat pada syetan. Setiap waktu kutukan dan kemarahan menuju kepadamu dari surga hingga kau bertaubat. Setiap hari membawamu semakin dekat kepada kematian.
"tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain dari kesenangan yang memperdayakan" (QS Ali `Imran 3:185).
Naikilah kereta untuk mengejar ketinggalan, saudariku, sebelum kereta itu melewati stasiunmu. Renungkan secara mendalam, saudariku, apa yang terjadi hari ini sebelum esok datang. Pikirkan tentang hal ini, saudariku, sekarang, sebelum semuanya terlambat !

False Alarm, Serangan Bom, dan Old Lady

Tepat jam enam pagi alarm di henpon kami berbunyi. Alarm henpon saya yang berupa rington poliponik, dan alarm henpon suami yang berupa suara kokok ayam yang sangat annoying. Kesannya sang ayam sedang berusaha bernyanyi merdu diiringi rington poliponik. Saking hancurnya perpaduan suara kokok ayam dan rington poliponik, kami tidak pernah gagal untuk bangun pagi, minimal untuk mematikan 'mereka'. Masalah setelah itu tidur lagi sih urusan kedua. *hehe*

Lalu kami pun bangun dan segera bersiap-siap untuk shalat subuh. Selesai shalat, tidur lagi dong, karena memang biasanya kegiatan sehari-hari kami dimulai jam delapan pagi. Baru tertidur limabelas menit tiba-tiba sang maha alarm berbunyi! Maksud saya alarm kebakaran di gedung saya. Setelah memastikan bahwa saya sedang tidak bermimpi, saat itu juga saya langsung teringat sang ayam yang berusaha berkokok merdu diiringi rington poliponik. Kalau dibandingkan sang maha alarm, kokok ayam dan rington poliponik itu jaauuuhhh lebih baik deh *soalnya bisa dimatiin*.
Anyway, dengan memperhatikan bahwa jam enam pagi adalah waktu yang aneh untuk fire drill dan tidak ada pengumuman sebelumnya, jadi kami sempat berpikir alarm itu serius. Suami saya sampai keluar kamar segala untuk memastikan keadaan. Tapi berhubung tidak ada halo-halo yang mengumumkan 'This is not a drill', kami pun kembali ke tempat tidur dan berusaha tidur lagi. Kira-kira sepuluh menit kemudian alarm berhenti berdering. Saya yakin petugas pun agak mencak-mencak karena false alarm di pagi buta ini.

Keadaan tenang, saya pun kembali tertidur. Tapi, belum lama tertidur, saya lagi-lagi dibangunkan secara paksa dan terkejut oleh si maha alarm itu. Kali ini dia berbunyi lama dan tidak berhenti. Saya mulai mendengar keributan di luar. Tapi anehnya kok suami saya masih bisa tidur dengan nyenyak. Akhirnya saya bangun dan beranjak ke jendela. Saya singkap sedikit tirai jendela dan.... ya Tuhan... apa itu? Gedung yang letaknya berseberangan dengan gedung saya sudah porak poranda, seperti habis kena bom. Orang-orang berlarian panik. Seketika itu saya sangat takut. Jantung saya berdebar kencang sekali. Yang saya pikirkan hanyalah membangunkan suami dan segera keluar dari gedung ini. Saya takut sekali dan berharap bahwa ini semua hanya mimpi... dan terus berharap... Tiba-tiba saya terbangun, dengan napas yang tersengal-sengal, dan jantung yang berdebar-debar. Alhamdulillah, ternyata hanya mimpi. Baru jam tujuh, saya pun tidur lagi. Kali ini saya pastikan saya berdoa lagi, walaupun saya yakin sebelumnya pun saya sudah berdoa.

Sudah waktunya bangun. Saya menuju dapur untuk memasak air panas dan menyiapkan sarapan untuk suami saya. Tiba-tiba saya mendengar bunyi dari arah balkon jemuran. Ketika saya menoleh, saya melihat suatu tongkat pengait jemuran sedang mencolok-colok dan berusaha mengambil salah satu jemuran saya. Ia berhasil, dan satu jemuran saya seakan terbang menghilang ke atas. Saat saya dekati, saya melihat si 'Old Lady', begitulah saya menyebut tetangga yang kamarnya tepat diatas kamar saya ini, sedang memegang salah satu pakaian saya yang dia ambil dari jemuran saya. Wah, apa-apaan ini? Si Old Lady mencuri jemuran saya. Saya pun memanjat dinding supaya bisa melihat secara jelas ke lantai atas tempat si Old Lady berada. Saya tegur dia, tapi dia cuek. Akhirnya saya ambil saja barang-barang dia yang kebetulan ada didekat saya. Eh, dia malah marah-marah. Pokoknya kami jadi berantem. Waktu sedang gencarnya perang mulut, terdengar suara rington poliponik. Ada telepon, pikir saya. Saya pun meninggalkan si Old Lady dan segera meraih henpon saya. Lalu saya tekan tombol off... saya terbangun... ternyata saya barusan mematikan alarm jam delapan saya. Jadi, Old Lady pun ternyata hanya mimpi. Lagipula, siapa itu Old Lady? Tetangga di atas apartemen saya bukan Old Lady.

Duh... what a weird way to start a day...!

Thursday, April 6, 2006

Menawar Agama

Artikel yang sangat menarik ini ditulis oleh Ery Djunaedy.

Excerpt

Saya sangat tertarik mendengar pernyataan seseorang mengenai modus beragama (atau lebih tepatnya, modus berislam) yang dipilihnya. “Saya mah mau jadi muslim yang biasa-biasa saja.”

Bagi dia, mungkin pernyataan itu biasa-biasa saja. Bahkan mungkin sudah sewajarnya. Tapi bagi saya, itu pernyataan yang bombastis.

Kalau ada islam yang “biasa-biasa” saja, lalu apakah ada yang “luar biasa”? Apakah ada yang “tidak biasa”? Pertanyaan yang paling penting sebenarnya adalah, memangnya islam itu ada berapa macam?

Baca selengkapnya...

Tuesday, April 4, 2006

Sedang Ingin...

Mengantar kamera tercinta ke rumah sakit.
Kamera tercinta kami, Nikon CP5700, sedang rusak. Kira-kira awal februari gejala kerusakannya muncul; hasil jepretan over-exposed untuk posisi lensa zoom-out sampai kira-kira setengah zoom-in. Sedangkan untuk posisi lensa zoom-in tidak ada masalah. Aneh memang. Akhirnya saya bawa ke rumah sakit langganannya, Nikon service center. Diagnosa awal adalah harus ganti lensa. Untuk biayanya plus general service kami diquote sekitar SGD200. Tapi suku cadang baru akan tersedia akhir februari atau awal maret. Jadi si CP5700 belum jadi diopname saat itu. Bahkan sampai sekarang pun belum lapor lagi ke rumah sakitnya. Males banget euy perginya.... :p

Menyelesaikan kerjaan-kerjaan saya.
Biasa... kerjaan-kerjaan kejar deadline tiap bulan itu loh. Semangat sih ada, tapi apa daya saat mengerjakannya adaaaa saja kendalanya. Yang mentok lah, yang sakit lah, yang belum masak lah... padahal kegiatan cuman gitu-gitu saja.

Pulang dan liburan ke bandung.
Huhuhu... iyaa... ingin pulang ke Bandung. Kangen keluarga di Bandung: orang tua dan adik-adik, kangen belanja belanji di FO-FO Bandung, kangen teman-teman di Bandung, kangen makanan Bandung; batagor, sate padang, baso malang Mandeep, mie baso akung, lomie boromeus, bubur ayam asia afrika, brownies kukus Amanda.... pokoknya kangen semua yang ada di Bandung.

Baca novel, terutama novel Indonesia.
Ingin baca novel Indonesia lagi. Saya ingin baca lagi novel Pintu, Jendela, dan Atap karangan Fira Basuki; Supernova, dan Akar karya Dewi Lestari (Petir udah keluar belum?); atau novel-novel Indonesia apapun deh. Buku Ninit Yunita saja belum ada yang pernah saya baca satu pun. Terakhir saya baca novel kira-kira dua minggu yang lalu, Da Vince Code karangan Dan Brown, pinjeman dari Ibu Nisi. Sebenarnya tinggal angkat telepon dan telepon Ibu Nisi, kemudian novel Angels and Demons karangan Dan Brown bisa tersedia setiap saat. Tapi saya selalu berpikir, nanti saja kalau kerjaan saya sudah beres. Kalau tidak, bisa-bisa saya baca melulu dan bukannya kerja.

Bikin Tekwan.
Baru minta resep tekwan dari ibu mertua, tapi ternyata saya tidak punya bengkuang. Tadinya saya pikir sayurnya adalah lobak. Saya sudah beli lobak. Ternyata bengkuang. Halah... mau diapain nih lobak... dan beli bengkuang pun malas banget, masak pergi ke pasar cuman untuk bengkuang?!??

uhm... apa lagi ya.....?
Yang jelas sekarang ingin mandi!!