
Mobilnya hanya mobil bak biasa, bukan truk. Tapi lihat muatannya!!!
Lalu bayangkan ia berbelok-belok sambil sedikit oleng ke kanan-kiri melewati jalan yang naik turun di lembang.
Only in Indonesia... and probably India, or Bangladesh, or any other so-called 'developing' country.
Whatever that means...
Pemandangan umum?
Yup!
Hanya bisa istighfar and stay away from it.
Sunday, August 12, 2007
Lihat Muatannya!
Wednesday, August 8, 2007
Thank God for every day
Setiap hari memang mempunyai kesan masing-masing bagi setiap orang.
Ada hari senin yang bagi sebagian orang identik dengan ’I don’t like Monday’, atau hari Jumat yang identik dengan ’Thank God it’s Friday (TGIF)’, atau hari Sabtu/Minggu yang berarti wiken yang dinanti-nanti.
Saya juga punya kesan tersendiri terhadap hari. Dulu, waktu masih sekolah pakai seragam, saya selalu menunggu-nunggu hari Senin. Entah kenapa, tapi saya senang sekali pergi ke sekolah. Saya bias bertemu teman-teman lagi, bermain lagi, jajan makanan sekolah lagi. Pokoknya senang pergi ke sekolah.
Biasanya setelah ujian caturwulan/semester menjelang pembagian rapor kan sudah tidak ada pelajaran lagi. Kadang-kadang diisi dengan PORAK (Pekan Olahraga Antar Kelas). Saat PORAK ini, banyak orang yang tidak datang ke sekolah. Atau kalau datang pun biasanya siang-siang. Sedangkan saya, tetap datang pagi dengan semangat empat lima mau bertemu teman-teman. Tapi begitu sampai di sekolah mendapati keadaan sepi… ya dongkol deh.
Waktu kuliah, hari Senin kurang lebih juga masih punya arti yang sama bagi saya, dengan alasan yang sedikit berbeda. Kalau dulu saya senang datang ke sekolah untuk bertemu teman-teman, saat kuliah saya senang datang ke kampus untuk bertemu teman ^_^…
Hari-hari lainnya ya sama juga… Selasa, Rabu, Kamis, Jumat, Sabtu, Minggu… tidak ada hari yang terlalu spesial bagi saya. Wiken pun saya anggap biasa saja, hanya bedanya pada hari Minggu saya bisa main dengan teman-teman diluar sekolah.
Doooh, kok maen mulu kerjaan gw dulu ya… ?!
Selama itu saya tidak pernah tahu apa rasanya ’I don’t like Monday’, atau TGIF, atau menghargai arti sebuah wiken.
Sampai akhirnya….
Studi di Seoul.
Suasana yang benar-benar berbeda. Teman tidak sebanyak dulu, jauh dari keluarga, belajar lebih independen, dikejar-kejar deadline ini itu…. Mungkin saat itu hidup saya udah kayak robot. Datang jam 9 pagi, kerja di depan komputer, makan siang jam 12, kerja lagi, makan malam jam 6, kerja lagi, pulang jam 11 malam. Hari-hari berlalu bagai kaset yang di fast forward. Pada saat itulah saya mengerti arti ’I don’t like Monday’ dan Thank God It’s Friday’. Pada saat itu pulalah saya benar-benar menghargai arti sebuah wiken, dan menggerutu setiap ia berakhir.
Meski begitu, ada untungnya juga sih. Masa studi yang dua tahun saya lalui tanpa terasa lama. Rasanya baru mulai kuliah kemarin, tahu-tahu besok sudah ikut wisuda. Hanya sedikit menyesal tidak sempat banyak jalan-jalan jauh menikmati negeri ginseng itu. Suatu hari saya akan kesana lagi… insya Allah.
Lain dulu lain sekarang.
Dulu saya harus melalui masa dua tahun studi dengan pekerjaan dan rutinitas yang nyaris membuat saya jadi kayak robot. Hanya dua tahun, lalu semuanya selesai. Tapi sekarang… beda. Ini dunia nyata, dunia pekerjaan, yang entah kapan selesainya….malah mungkin tidak akan pernah selesai.
Membayangkan diri terjebak dalam jam rutinitas yang entah kapan berakhirnya ternyata menyeramkan. Hari lagi-lagi berlalu bagai kaset yang di fast forward. Celakanya lagi, sang wiken pun ikut-ikutan berjalan dengan kecepatan yang sama.
Hhh… dijalani saja… syukuri semuanya. Jangan banyak komplain. Alhamdulillaaah….
Mungkin saya harus menciptakan bagi diri saya sendiri, bukan hanya Thank God It’s Friday, tapi juga untuk hari-hari lainnya. Jadi ada Thank God It’s Monday (instead of I don’t like Monday), Thank God It’s Tuesday, Wednesday, Thursday,..etc
Tuesday, August 7, 2007
Life expectancy calculator
Try this! A life expectancy calculator.
All you have to do is answer some simple questions concerning your health and some habit. Then it'll estimate your lifespan.
How much you smoke, drink, and exercise and what you eat all influence how many (or few) years you have left and how much you will be able to enjoy them.
Try it!
Monday, July 30, 2007
Cat #2 - Si Meng
Aaah,.. di Bandung emang banyak banget kucing. Mulai dari kucing peliharaan sampai kucing liar. Di Singapura, kayaknya kucing harus punya izin buat hidup. Jaraaang banget nemu kucing...
Sunday, July 15, 2007
Some kind of toilet sign
Tuesday, July 10, 2007
A month recap
Aaah, kalau sudah di Bandung emang jadi malas posting. Mulai dari kendala internet (yang sebenernya sama sekali ga kendala sih...), sampai kesibukan sehari-hari yang pergi pagi pulang sore. Jadi ya lengkap lah segala alasan untuk malas posting.
Sejak balik dari Singapura, saya memang langsung sibuk. Alhamdulillah, sejak seminggu baru tiba di Bandung, saya langsung beraktifitas di kampus. Yah, kembali ke alam ceritanya, pekerjaan riset dan 'mroyek. Syukur banget langsung kerja, jadi gak bengong-bengong aja ga ada kerjaan. Tapiii.... (teuteup, pake tapi), masih belum puas main-main di Bandungnya nih. Belum sempet liat-liat Pasar Baru, Kings, atau pusat-pusat belanja lainnya. Hehehe... maklum lah, di Singapore mana kesampaian mau belanja-belanji. Mahal-mahal bo~! Di Bandung kan banyak yang murah-murah pun bagus-bagus. Masih pengen melampiaskan nafsu belanja, nih... hahaha. Tapi yah bagus juga sih langsung kerja, jadi gak sempet buang-buang duit buat belanja ^_^
Nah.. cerita Bandung. Bandung dingiiiinnn... huhuhu. Masih belum selesai nih masa penyesuaian saya dengan Bandung. Badan masih sering ga enak, sering flu dan batuk. Tidur masih sering pake sweater dan training biar hangat. Jauh banget kan sama waktu di Singapura. Di sana sih malah sering gak pake selimut. Ternyata di Bandung selimut laku keras~! :D
Di Bandung, dimana-mana lagi galian. Bikin macet. Mana sekarang lagi liburan sekolah, tambah rame deh lalu lintas Bandung. Secara emang Bandung udah sering macet saat-saat wiken. Berhubung kantor dekat dengan kebun binatang yang jadi salah satu tujuan wisata liburan sekolah, selama seminggu terakhir langganan kena macet deh saya. Plus, selama dua minggu terakhir, kampus saya itu jadi tempat pengembalian formulir SPMB yang berlanjut dengan pelaksanaan ujiannya. Hal-hal seperti ini masih oke, lah, bisa ditolerir. Tapi galian itu yang bikin bete. Dimana-mana galian. Trotoar baik-baik aja dibongkarin lagi. Entah mau diapain. Mendingan juga benerin gorong-gorong air. Sudah banyak jalan raya dan daerah yang jadi sungai lokal kalo pas hujan deras. Heran deh...
Ah, kalo balik ke negeri sendiri gini kok bawaannya komplain melulu ya..?
*Tanya ken apa*
Cerita apa lagi ya....
O iya... mau bikin pernyataan nih: saya sudah muak nonton Intan! Ampuuun deh itu sinetron satu. Sinetron kejar tayang yang ditayangkan tiap hari itu panjangnya dipanjang-panjangin. Jadi bete nontonnya. Dulu awal-awal baru sampe di Bandung masih suka saya tonton sih. Saat itu kabarnya sang sinetron sudah hampir tamat, kira-kira seminggu lagi. Ternyata oh ternyata, setelah sebulan lebih pun dia gak selesai-selesai juga. Ceritanya malah tambah rumit. Dasar sindrom sinetron rating tinggi tuh. Mumpung ratingnya tinggi, panjangin aja terus ceritanya. Jadi sebel!
Tuh kan, komplain lagi.... *sigh*
Yah, sudahlah... sekian dulu update dari saya. Sampai jumpa di update berikutnya... (halah~!)
Friday, June 1, 2007
Bandung Home Sweet Home
Aah… akhirnya sampai lagi di kota tercinta, Bandung.
Alhamdulillah perjalanan pulang dari Singapura menuju Bandung lancar-lancar saja. Pukul 12.30 siang hari Jumat lalu, tanggal 25 Mei, saya dan suami sudah siap di Pelabuhan Harbourfront. Kami berniat untuk naik kapal jam 3-an. Berhubung hari Jumat, kami datang lebih awal ke pelabuhan supaya Ridho sempat jumatan dulu di mesjid terdekat. Tiba di pelabuhan, kami langsung membeli tiket ke Harbour Bay, Batu Ampar, Batam. Kami tidak menuju Batam Center karena kebetulan adik saya tinggal di Batu Ampar dan kami memang bermaksud untuk mengunjunginya dulu.
Sekitar jam 1 siang, sudah berkumpul teman-teman grup pengajian di Banquet Harbourfront. Ceritanya sih...mau mengantar saya sambil ngocok arisan. Eh, atau kebalik ya..? Ngocok arisan sambil nganter saya…?? Hehehe… Yang jelas senang banget deh, sampai diantar teman-teman ke pelabuhan begitu… tapi air mata jadi tidak tertahan…. Huhuhu…. Hiks..
Terimakasih ya teman-teman semua… semoga kita segera bertemu lagi… amiiin…
Kami baru sekali ini menuju Batam merapat di Harbour Bay. Wuiihh… kapalnya kenceng banget lhoo… 40 menit saja! Pelabuhannya juga bagus. Kecil sih, tidak sebesar Batam center, tapi rapi. Gak kapok deh kesana. Lebih dekat ke kota (Nagoya), walaupun sedikit lebih jauh ke Airport Hang Nadim. Tapi ongkos taksi Harbour Bay - Hang Nadim sama saja dengan Batam Center – Hang Nadim, 70ribu rupiah. Dan, ada adik saya yang rumahnya tepat disebelah pelabuhan. Jadi gak repot deh.
Setelah ngadem di rumah adik saya, kita makan sup ikan Yong Kee yang katanya terkenal itu. Ternyata memang enak kok… Habis makan langsung menuju airport untuk naik pesawat Garuda Citilink jam 18.20.
Sekitar jam 5 kami sampai di Hang Nadim, langsung cek in barang. Kami kan judulnya pulang kampung habis, pastinya barang-barang banyak banget dong. Tapi karena di tiket tertera bagasi 30kg per orang, jadi kami agak santai. Ternyata oh ternyata, si mba cek in bilang bagasinya hanya 20kg per orang. Yang di tiket itu salah ketik. Huh, jadinya kami overweight sampai 17kg. Untungnya dikorting suruh bayar hanya 10kg saja dengan harga 11ribu/kg. Langsung teringat, kalau di Singapura pasti barang-barang kami lolos semua karena memang di tiket tertera 30kg/orang. Kalau salah ketik sih salah mereka, bukan salah kami. Tapi yaaa… ini bukan di Singapura. Saat itu kami sudah kembali ke negara tercinta, Indonesia. Gak bisa protes deh…. Bayar sajalah, 110ribu rupiah (plus tax 10%).
Jadwal penerbangan yang ditunda sudah kami antisipasi. Persiapan kami penerbangan ditunda sampai 1 jam. Tapi untungnya hanya ditunda 30 menit saja. Jadi kami tidak terlalu lama menunggu, dan adik saya juga bisa segera pulang lagi ke rumahnya. Thanks, ya Sis!
Alhamdulillah, menjelang jam 9 malam pesawat kami mendarat dengan selamat di Husein Sastranegara, Bandung. Airport Bandung kan kecil, jadi tidak ada belalai dari pesawat ke lounge. Penumpang pesawat harus turun dari pesawat langsung di bandaranya. Begitu turun, terasa angina Bandung yang dingin…wuiiii sejuuuk deh. Tapi begitu bertemu ayah saya, kata beliau saat itu justru Bandung sedang panas. Weeks... apa karena saya yang sudah terbiasa dengan udara panas Singapura sehingga Bandung terasa sangat dingin…hehehe.
Ternyata Bandung memang dingin bagi saya. Sejak hari ketiga sampai di Bandung, saya pilek. Sampai sekarang pun masih pilek. Mungkin kaget dengan pergantian cuaca. Yah mudah-mudahan akan segera sembuh dan terbiasa lagi dengan cuaca di Bandung, kota tercinta.
Aah, saya agak merindukan Singapura…miss you all, friends!
Alhamdulillah mulai minggu depan sudah ada kesibukan rutin… back to campus!! Woohooo….!!!
