Tuesday, February 28, 2006

Nomor Darurat

Tadi malam, entah sedang nonton acara tivi apa, tiba-tiba suami saya nyeletuk.

"Nomor darurat Indonesia berapa, sih?"

Image hosting by PhotobucketSaat itu saya sadar, saya tidak tahu nomor darurat Indonesia (dan ternyata suami saya juga tidak tahu)! Nomor darurat Amerika semua orang tahu, 911; nomor darurat Korea Selatan saya juga tahu, 119 (karena saya pernah tinggal disana); nomor darurat Singapura juga tahu, 999 (karena disinilah saat ini saya tinggal). Nomor darurat Indonesia berapa??? Saya tidak tahu.
Gila, ya? Nomor darurat di negara sendiri saya tidak tahu. Tapi tunggu dulu, memangnya ada ya nomor darurat di Indonesia? Kalau iya, apa itu berarti sosialisasi nomor ini yang sangat kurang, atau memang saya terlalu cuek untuk mencari tahu selama lebih dari 20 tahun saya tinggal di negri tercinta itu?

Biasanya, saya menyimpan nomor telepon penting di samping telepon di rumah saya, seperti nomor telepon kantor polisi terdekat, pemadam kebakaran terdekat, rumah sakit terdekat. Tapi itu semua nomor telepon standar sebanyak enam atau tujuh bahkan delapan angka, bukan nomor telepon yang mudah diingat untuk keadaan darurat. Masak sih Indonesia tidak punya nomor darurat? Ada yang tahu?

Friday, February 24, 2006

Sindroma bosan

Nampaknya sindroma bosan mulai menghampiri saya lagi. Terutama sindroma bosan yang berhubungan dengan blog. Anda bisa menebak, kan, kira-kira saya bosan dengan apa?
Yap! Anda benar... saya sudah mulai bosan dengan tampilan blog ini. Lebih jauh lagi, saya malah mulai mepertimbangkan untuk pindah rumah ke blog host lain, blogsome. Apalagi ternyata saya bisa memiliki alamat blog dengan nama saya disana. Saya pikir alamat itu sudah tidak tersedia. Coba saja pikirkan. Dini. Nama ini bukan suatu nama yang unik. Ada banyak Dini diluar sana, dan sekian banyak dari Dini-Dini itu punya blog, dan pasti sudah ada yang mendaftarkan nama dini sebagai alamat blognya. Minimal, begitulah yang saya temukan waktu saya mencoba mendaftar di layanan blog blogspot ini.

Nah, sekarang saya masih dalam proses mempertimbangkan masalah pindah rumah ini. Sebenarnya selain alamat blog yang bisa menggunakan nama saya dan tersedianya fasilitas kategori tulisan, tidak ada hal lain yang menggoda saya. Sedangkan kalau saya jadi pindah, terbayang kan repotnya, plus harus mengulang promosi rumah baru.

Ah... mungkin tidak jadi pindah saja. Biarlah blog lain itu nanti saya isi dengan hal lain.

The evil side of me

You Are 26% Evil

A bit of evil lurks in your heart, but you hide it well.
In some ways, you are the most dangerous kind of evil.


Compare it with previous test about how evil i am.

Alergi???

Awalnya hanya terasa gatal di bagian punggung. Kalau gatal ya digaruk dong, tentunya. Eh, gatalnya kok pindah ya, sekarang di leher. Cuman kok nih gatal bandel banget. Agak-agak terasa panas. Trus.. kaki juga ikutan gatal. Garuk sana garuk sini. Akhirnya mencari cermin. OH MY GOD...!!! Leher saya sudah merah semua, kaki juga udah bentol-bentol merah... kayak kena ulet bulu. Kata suami saya itu alergi. Dia suruh saya makan obat anti alergi. Dan lumayan, sehabis makan obat itu gatal-gatalnya dan kemerahannya mulai berkurang.

Saya jadi mikir. Kok bisa saya alergi? Tapi alergi apa ya? Saya gak pernah punya sejarah alergi yang menyebabkan gatal-gatal sekujur tubuh begini. Kemungkinan lain adalah bed bug. Duh tapi bed bug juga tidak sampai begini, deh. Dan kalaupun bed bug, suami saya baik-baik aja tuh. Sprei juga baru saya ganti.

Huhuhu... masak saya jadi punya alergi pada sesuatu, sih?

Thursday, February 23, 2006

The Coaster Tale

Berhubung saya sudah janji untuk memajang hasil rajutan crochet saya di blog ini, maka posting kali ini adalah tentang itu. Berikut adalah dua buah coaster hasil rajutan saya (jangan diketawain ya, pliss...) setelah dipres diantara buku 'Mechanics of Material' karangan Roy R. Craig, Jr setebal 700-an halaman, yang kemudian ditindih dengan buku 'Mechanical Engineering Design' karangan Joseph Edward Shigley setebal 700-an halaman juga (sebelum dipres bentuknya keriting, bo'!).

Image hosting by Photobucket

Pertama... coaster-coasteran... hehehe. Waktu itu terlalu semangat merajut, jadi langsung hantam kromo aja deh. Tanpa pakai pola-polaan, saya langsung merajut. Ceritanya mau bikin coaster, apa daya malah berbentuk cempal... (wakakakakak). Yah, terlanjur sudah dimulai, akhirnya saya dedikasikan saja rajutan pertama ini untuk latihan tarikan. Iya, karena saya bukan perajut ahli, jadi tarikan benang saja masih kacau, tidak konsisten, kadang longgar, kadang tegang. Akhirnya bentuknya pun jadi tidak karuan. Tapi ya berhubung namanya juga latihan, jadi harap dimaklumi saja.

Image hosting by Photobucket

Kedua... coaster centil. Bagaimana tidak centil, motifnya bunga, warnanya pastel. Halah, mana mau suamiku pakai coaster centil begini... hihihi. Ya sudah, buat saya saja dulu, itung-itung masih latihan. Nanti kapan-kapan bikin lagi yang lebih bagus, mumpung persediaan benang masih banyak. Kalau saya niat..... *sigh*

[Recipe] Macaroni Schotel

Who doesn't know macaroni schotel, huh?
I used to hate it. But not until I eat one at my friend's place. The taste was just nice, not too.. uhm.. i dont know the english term for this.. 'eneg'... So asked my friend the recipe and tried to make one myself.
Image hosting by Photobucket

Ingredients:

  • 200gr minced meat
  • 250gr macaroni, simmer it.
  • 150gr chedar cheese (grated) or mozarella cheese
  • 100ml milk
  • 2tbs wheat flour
  • 4 eggs
  • 1 yellow onion, fine chop
  • 3 shallots
  • 3 garlics
  • Salt and pepper
  • 2tbs vegetable oil
Instruction:
  • Grind shallots and garlics to become spice paste. Add salt and pepper.
  • Heat oil, and then stir fry the spice paste for about 2 minutes. Add in the minced meat, and continue to stir fry until the meat is cooked and the color changes. Turn off the stove.
  • Add macaroni into the meat, then add a mixture of milk and wheat flour. Mix well.
  • Break the eggs and put them inside an ovenware. Stir the eggs a little bit, and then put in the macaroni mixture on top of the egg. Spread the grated cheese over the macaroni mixture.
  • Preheat oven to 180 celcius degree, and bake for about 20 minutes (not more).
  • Serve with tomato sauce and chilli sauce.
Recipe source: Kemala Pagista, Holland drive, Singapore.

"Be a housewife", i said

The most often question that I've been asked since I got married;
"What do you do everyday?"
And I reply;
"Be a housewife"

Image hosting by PhotobucketReally. That's my honest answer. I don't work in an office or something like that (not yet, but hopefully soon), and I don't go out much (but that doesn't mean I'm a lonely-introvert person). So, what do I do everyday in most of my time?
These are the things that I do:

  1. Prepare breakfast, and all the things my husband need before he goes to work.
  2. Cook. Yes, i cook. I prepare meal for lunch and then pack them in food container for my husband and myself. Everyday, i go to see him at lunch time, bring the meal from home, and then we have lunch together. It's one way to save up money. And don't worry, the bus from my house to his lab is free of charge because it's an inside campus shuttle bus service.
  3. Post lunch-time is pretty much my own time. I can do whatever I want (blogging, chatting, watching TV, browsing internet, etc) until right about before the dinner time, when I have to prepare dinner, of course. I also do some household work in this time, like doing the laundry, cleaning the house, or ironing. Other than that, I work on my so-called part time job which has its deadline every the end of a month.
  4. And, no, i don't take nap.
So far, I enjoyed it. But maybe my answer sounds too pathetic to some people so they throw the next question (along with a face full of regret);
"Why don't you try and look for a job?"
And so I reply;
"Yeah, I do that too." *wink*

Maybe, the idea of just being a stay home wife who has no children yet is unacceptable to some. But to me, there's nothing wrong with that, at all. And in the mean time, I've been doing some job hunting, sending job application here and there. So, wish me luck, friends.