Saturday, August 27, 2005

Tentang sabar

Salah seorang teman bertanya tentang sabar dalam pengajian mingguan beberapa hari yang lalu. Tentang bagaimana caranya menjadi sabar, dalam menghadapi segala permasalah, menghadapi suami, menghadapi anak.
Dan terpikirlah.
Sabar. Sabar adalah suatu sifat mulia. Bayangkan betapa sulitnya memiliki sifat yang satu ini. Saya sendiri masih menemukan kesulitan untuk benar-benar memiliki sifat ini.
Bagaimana caranya menjadi sabar?
Menurut saya sabar adalah suatu sifat yang tidak bisa didapatkan begitu saja. Perlu proses yang panjang dan bertahap. Sabar harus dipupuk. Tidak bisa hanya dengan berniat: "okay, besok saya akan menjadi orang yang sabar", maka *triiinngg* besoknya saya adalah orang yang sabar.
Jadi yang bisa kita lakukan adalah memupuk sifat sabar ini. Kita hanya bisa mengusahakan bahwa dari hari ke hari kita bisa lebih bersabar dalam menghadapi segala sesuatu. Pada saat kita menemukan diri kita kesal dengan sesuatu dan kemudian mengungkapkan kekesalan itu dengan suatu cara.. mengomel, misalnya... atau jadi bete kemudian marah-marah dengan orang lain... pada saat itu pulalah harusnya kita sadar bahwa kita 'masih kurang sabar'.
Jadi seharusnya bagaimana kita harus bereaksi?
Saya sendiri tidak tahu jawabannya. Itu tergantung dari masing-masing individu. Tapi yang bisa saya lakukan hanyalah istighfar, dan mengingatkan diri sendiri untuk sabar.. lebih sabar.. dan lebih sabar.
It's always easier to talk than to act!
Saya masih sering mendapati diri saya kesal, bete dan marah-marah gak jelas, karena suatu hal, kadang malah hanya karena hal sepele. Rasa kesal itu wajar, marah pun wajar. Tapi sejauh mana kita membiarkan hal itu menguasai diri kita? Disitulah letak perbedaannya antara orang-orang yang sabar, agak sabar, sedikit sabar, kurang sabar, dan tidak sabar.
Jadi, seberapa penyabarkah Anda?

Demi Masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shaleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.
(Q.S 103: 1-3)

0 comments: