Saturday, April 29, 2006

Kunjungan teman dari Balikpapan, 250306

Sabtu, 25 Maret yang lalu saya kedatangan teman lama. Kami dulu sama-sama kuliah di tempat yang sama walaupun beda jurusan, tapi kami tergabung dalam unit bola voli. Kedatangan dia ke Singapura karena transit dalam perjalanannya menuju Paris. Tadinya saya kira dia sendiri, atau kalau ada teman pun mungkin hanya satu atau dua orang saja. Ternyata... sekompi bo'! Hahaha...

Berikut foto-fotonya.

Photobucket - Video and Image Hosting

Yang baju kuning itu tuh yang bawa rombongan sekompi untuk jalan-jalan di singapura sejak jam sebelas siang sampai jam tujuh malam... dan katanya menyesal pake baju kuning karena dia jadi keliatan ****** (katanya sendiri lho yaaa...)


Photobucket - Video and Image Hosting
Ini dia pasukannya... ternyata maniak foto semua... narsis maniaa.. huehehe...

Photobucket - Video and Image Hosting
Yang penting berfoto bersama Merlion, Esplanade, Fullerton.. ya gak? ^_^

Photobucket - Video and Image Hosting

Seharian capek gak perduli, karena nanti malam akan tidur panjang di pesawat... hihi. Eh, tapi.. maap yak... jujur aja nih.. saya udah lupa nama-nama semuanya... :D

Btw, thank's ya Yan, foto-fotonya.

All photos by Yanti.

Friday, April 28, 2006

He's my encyclopedia

My husband knows a lot of things. I can always ask him about anything and he always knows the answer. Well, not exactly always. There were times, rarely, when he doesn't know the answer, but at least he knows a little bit about the things that i ask. Even when i ask him the stupidest of the stupid questions, he will answer it. He's just like a walking encyclopedia to me. ^_^
(i'm not sure about the term 'walking encyclopedia', but i'm sure you know what i mean)

Thursday, April 27, 2006

Flower color

You Are a White Flower

A white flower tends to represent purity, simple beauty, and modesty.
At times, you are dignified like a magnolia.
And at other times, you represent great ecstasy, like a white orchid.
And more than you wish, you're a little boastful, like a white hydrangea.

Am I A Good Cook?

You Are a Learning Cook

You've got the makings of an excellent cook, and the desire to be one.
But right now, you're just lacking the experience. You couldn't be a top chef yet, but you could be an apprentice.

Time of day

You Are Midnight

You are more than a little eccentric, and you're apt to keep very unusual habits.
Whether you're a nightowl, living in a commune, or taking a vow of silence - you like to experiment with your lifestyle.
Expressing your individuality is important to you, and you often lie awake in bed thinking about the world and your place in it.
You enjoy staying home, but that doesn't mean you're a hermit. You also appreciate quality time with family and close friends.

The red color

You Are Apple Red

You're never one to take life too seriously, and because of it, you're a ton of fun.
And although you have a great sense of humor, you are never superficial.
Deep and caring, you do like to get to the core of people - to understand them well.
However, any probing you do is light hearted and fun, sometimes causing people to misjudge you.

Power level

Your Power Level is: 65%

You're a very powerful person, and you know that all of your power comes from within.
Keep on doing what you're doing, and you'll reach your goals.

Am I Hot?

You Are More Mild Than Wild

You're confident, and you really aren't concerned with how "hot" you are.
Other people's ideas of what's sexy don't concern you. And this is exactly what makes you attractive.

Learn Foreign Language

You Should Learn French

C'est super! You appreciate the finer things in life... wine, art, cheese, love affairs.
You are definitely a Parisian at heart. You just need your tongue to catch up...

Kalau milik mah gak akan kemana...

Photobucket - Video and Image HostingHari jumat yang lalu, saya menjalani perjalanan terpanjang saya di Singapura; dari ujung barat ke ujung timur, naik MRT dari Boon Lay sampai ke Pasir Ris. Duh, ngebayanginnya aja udah eneg.

Ceritanya siang itu jam 11 saya ada acara kumpul-kupmpul di rumah seorang teman di Boon Lay. Yah, sekedar makan siang dan chit chat ala para housewives (duh, kok gua jadi berasa tua ya.. ). Nah, berhubung jam 5 saya ada janji lain yang berlokasi di Pasir Ris, jadi saya pamit kira-kira jam 3-an. Berbekal sebuah novel karangan Dan Brown, saya siap tempur untuk menempuh perjalanan terjauh saya itu.

Enaknya naik MRT dari ujung adalah pasti kebagian tempat duduk. Jadi saya tidak perlu khawatir harus berdiri di MRT sepanjang perjalanan. Setelah duduk, novel dibuka, dan MRT pun berjalan. Lakeside, Chinese Garden, Jurong East terlewati. Lalu Clementi, Dover, Buo..... Pagar... Hah? Kok sudah sampai Tanjong Pagar? Hehe.. saya tertidur. yah, sudah terlanjur tidur, sekalian saja disengajakan tidur. Mulailah mempersiapkan posisi tidak malu-maluin untuk tidur. Daaann... baru bangun lagi di Tanah Merah. Yah, gak tidur benar-benar tidur mati sih, tapi setidaknya lumayan buat ngabisin waktu.

Dari Pasir Ris, saya masih harus naik bis sekali lagi. Saya tap Ez-Link, kemudian duduk. Entah mikir apa waktu itu, tapi pikiran saya memang sedang sibuk waktu itu. Akibatnya waktu mau turun saya tidak menemukan Ez-Link saya. Panik karena bel sudah saya tekan, tapi Ez-Link tidak ketemu. Ubek-ubek tas, tetap tidak ketemu. Saya tidak ingat dimana saya menyimpan Ez-Link saya itu. Di saku celana pun tidak ada. Akhirnya saya menyerah. Karena bis sudah berhenti dan pintu turun sudah terbuka, akhirnya saya datangi supir bis dan bilang, "sorry, i can't find my card". Dan supir pun membiarkan saja saya turun tanpa mengetap kartu Ez-Link. Setelah turun saya masih ngubek-ngubek tas tuh, masih gak percaya kalau Ez-Link saya hilang. Saya ingat betul saya tap kartu itu pada saat naik tadi. Jadi kalaupun jatuh, pasti jatuh didalam bis. Yah, sudahlah, pasrah saja.

Yang bikin saya tenang adalah didalam tempat kartu saya itu ada kartu nama suami, dan dibaliknya ada nomor HP saya dan suami, lengkap dengan tulisan; If you found this, please call one of the above numbers. Thank you. Dan, percaya atau tidak, tulisan itu baru saja saya buat sehari sebelumnya! Benar-benar kebetulan yang menguntungkan, bukan? Seakan-akan sehari sebelumnya saya mendapat pertanda yang tidak saya sadari bahwa kartu Ez-Link saya akan hilang besok.

Benar saja, tidak sampai dua jam kemudian saya mendapat telepon yang bilang bahwa kartu saya ditemukan oleh kapten bus didalam bus yang dia kemudikan. Saya hanya diminta mengkonfirmasi nomor servis bus itu, kemudian dipersilahkan mengambil kartu saya di Toa Payoh Interchange. Bus yang saya tumpangi itu memang jurusan Pasir Ris-Toa Payoh.

Alhamdulillah. Ternyata memang kalau milik gak akan kemana. Dan untungnya saya punya Ez-Link cadangan dalam dompet saya. Jadi tidak perlu repot-repot bayar bus dengan kontan. Apalagi saat itu saya benar-benar tidak punya uang kontan karena belum sempat menarik uang dari ATM. Dompet saya benar-benar kosong dari uang lembaran. Yang ada hanya tiga keping uang 10 sen dan dua keping uang 5 sen, total 40 sen. :p

Moral of of the story:

  1. Jangan simpan Ez-Link dalam dompet untuk mengindari 'kehilangan massal seluruh barang berharga' Anda. Tapi mungkin kalau dompet sih bisa lebih awas menjaganya, mengingat ukuran dompet yang biasanya lebih besar daripada ukuran kartu. Jadi akan lebih besar kemungkinannya untuk kita menyadari bahwa dompet kita jatuh dibandingkan dengan hanya sebuah kartu yang jatuh.
  2. Sertakan kartu nama didalam tempat Ez-Link. Sertakan juga nomor telepon 'hotline' kita. Sedikit pesan seperti yang saya tulis juga bisa membantu.
  3. Daftarkan Ez-Link Anda. Jadi kalau benar-benar hilang dan tidak kembali bisa diblokir supaya tidak digunakan orang lain. Kecuali Anda rela sisa isi kartu Anda digunakan orang lain. Jika kartu terlacak digunakan seseorang (biasanya di stasiun MRT) setelah kita nyatakan hilang, orang tersebut bisa ditangkap petugas.
  4. Punya cadangan Ez-Link ternyata sangat membantu disaat-saat tak terduga seperti ini.
  5. Selalu siapkan uang kontan secukupnya dalam dompet. Jadi kalau kebetulan tidak punya EZ-Link cadangan, atau ternyata Ez-Link cadangan pun tidak ada isinya, kita bisa gunakan uang kontan untuk bayar bus dan pergi ke ATM terdekat.

Tuesday, April 25, 2006

Selfish

You Are 29% Selfish

In general, you are a very giving person who treats others very well.
But at times, you insist on getting your way - when it matters most to you.

What people envy from me

People Envy Your Energy

You've got the drive and determination to keep your life in order, and you are on track to be a huge success.
People tend to envy all you've got in life, but they don't understand the work that goes behind it!

Self Esteem

You Have Low Self Esteem 28% of the Time

Generally, you feel pretty darn great about who you are, even when you mess up or fail.
Occasionally, a huge setback will make you question yourself, but you pick yourself up quickly.

Happiness

You Are 60% Happy

You're definitely a happy person, even though you have your down moments.
You tend to get the most out of life, though there's always some more happiness to be squeezed.

Handwriting personality

Handwriting Analysis


The results of your analysis say:

You like to be surrounded by four solid walls.
You are a social person who likes to talk and meet others.
You are affectionate, passionate, expressive, and future-oriented.
You are a talkative person, maybe even a busybody!
You enjoy life in your own way and do not depend on the opinions of others.

What does your handwriting say about YOU?

University of Blogging

The University of Blogging

Presents to
Dini

An Honorary
Bachelor of
Community Promotion

Majoring in
Self Deprication
Signed
Dr. GoQuiz.com

Username:




Blogging Degree From Go-Quiz.com

Monday, April 24, 2006

Yang… yang… bhuatokmu!

Perempuan muda itu berdiri di depan Orchard Tower, menatap papan daftar penghuni gedung, berusaha mencari sesuatu. Tidak lama sampai dia menemukannya, #05-19 Bl****n Ov*****s Pte.Ltd., diapun menaiki tangga memasuki gedung, menuju lantai lima.

Ia berada disini untuk membuat foto paspor. Salah satu persayaratan penggantian paspor di KBRI Singapura adalah membuat pas foto di tempat yang telah ditunjuk. Tidak bisa ditempat lain, ataupun menggunakan pas foto yang kebetulan sudah dimiliki. Harus buat pas foto baru, di tempat yang telah ditunjuk KBRI. Karena itulah pagi ini ia sudah ada di tempat ini.

Sebuah papan nomor bertulisan 05-19 tergantung didepan sebuah pintu yang terbuka. Ia pun melangkah kesana, dan terdiam sesaat didepan pintu yang terbuka itu, menatap kedalam, sedikit bingung. Tempat itu tidak terlihat seperti sebuah studio foto yang ia bayangkan sebelumnya. Di bagian sisi ruangan itu berjejer kursi untuk orang duduk sambil menunggu giliran difoto. Beberapa meja disusun membentuk huruf U ditengah ruangan sebagai meja kerja operator foto lengkap dengan dua set komputer, printer, pemotong foto, dan mesin kasir diatasnya. Dua set layar berwarna merah dan biru yang berguna sebagai latar belakang foto tersimpan tepat didepan dinding dengan posisi yang saling berseberangan dalam ruangan itu, begitu juga dua buah kamera digital yang terhubung ke komputer.

“Halo, mau foto?” Seorang laki-laki setengah baya menyapanya dari dalam.

“Ya.”

“Masuk, masuk! Duduk sini dulu. Minta IC-nya.” Kata laki-laki itu lagi dengan logat melayunya yang kental.

Perempuan itu mengeluarkan IC-nya dari dalam dompetnya dan mengulurkannya pada laki-laki yang memintanya. Laki-laki itu mengoperkan IC-nya pada perempuan operator foto.

“Tunggu sebentar ya, Kak, duduk saja dulu. Foto paspor, kan?”

“Ya.”

Dia duduk tenang, memperhatikan sekelilingnya. Di dalam sudah ada beberapa orang sedang mengantri untuk difoto. Beberapa orang yang baru datang juga melakukan prosedur yang sama seperti yang sudah dilakukannya, lalu kemudian duduk menunggu giliran. Laki-laki tadi asyik terus mengobrol dengan operator foto.

“Boleh rapikan dulu kudung Kakak, setelah itu kita foto.”

Ia pun menuju cermin, merapikan jilbab putihnya, dan kemudian berjalan menuju kursi yang terletak didepan layar biru menghadap sebuah kamera digital.

“Nah, cantik tuh. Boleh tanya namanya.” Laki-laki berlogat melayu itu berbicara dengan seorang laki-laki muda yang sedang mengantri, tapi matanya tertuju pada perempuan yang sedang siap difoto, sambil tersenyum aneh.

“Dia ni available lah.” Katanya lagi pada perempuan itu, sambil menunjuk pada laki-laki muda tadi. Rupanya dia mencoba menjodoh-jodohkannya dengan laki-laki muda itu.

“Eh, tanya dulu, kakak ni available tak.” Tiba-tiba si operator foto menyela sambil tersenyum.

Saat itu perempuan itu mulai kesal. Ingin rasanya dia mengacungkan jari manisnya yang terdapat cincin kawin platinanya, seperti gaya para bule mengacungkan jari tengah mereka ketika mereka mengumpat kesal pada seseorang.

Yes, I’m taken. Bercanda sih bercanda, tapi gak usah nyebelin gitu dong, pikirnya.

Selesai foto, menunggu sebentar, bayar limabelas dolar, fotopun jadi. Ia pun beranjak meninggalkan ruangan itu. Sudah pukul sepuluh lebih, dan ia ingin cepat-cepat pergi ke KBRI karena batas penyerahan permohonan hanya sampai jam duabelas.

Menjelang jam sebelas siang ia tiba di KBRI. Tepat di pintu masuk ruang bagian imigrasi, ia melihat lagi laki-laki berlogat melayu tadi itu. Mungkin dia juga sedang mengurus dokumen di KBRI. Laki-laki itu masih ingat padanya, dan tersenyum sambil berkata,

“Lho, baru sampai lagi, yang?”

Yang…?? Yang…? Damn you! Who the h**l are you calling me ‘yang’?

Perempuan itu tidak membalas, ia hanya lewat tanpa melihat sedikitpun pada laki-laki itu. Dia segera menuju tempat pengambilan nomor antrian, kemudian meminta formulir permohonan penggantian paspor, dan segera mengisinya. Ketika sedang mengantri, ia merasa perlu pergi ke kamar kecil. Kamar kecil letaknya di luar gedung, jadi dia harus melewati si lelaki menyebalkan yang masih berdiri di pintu ruangan itu lagi.

“Sudah selesai kah, yang? Nak kemane sekarang, yang?”

Yang… yang… bhuatokmu!

Hal yang sama terulang lagi ketika ia kembali dari kamar kecil. Dan ia tetap mendiamkannya tanpa membalas sedikitpun. Membalaspun tidak berguna, hanya cari ribut saja.

Akhirnya urusan di KBRI selesai, dan perempuan itupun meninggalkan KBRI. Kali ini lelaki tadi sudah tidak ada, mungkin urusannya pun sudah selesai lebih dulu.

Syukurlah.

Dia memang benar-benar tidak suka jika ada orang iseng seperti itu. Walaupun hanya sekedar kata-kata, tapi dia merasa benar-benar tidak nyaman.

~-***-~


Catatan: Perempuan itu adalah saya. Dan cerita diatas adalah pengalaman saya waktu mengurus penggantian paspor beberapa hari yang lalu.
Nyebelin banget deh tuh orang!!

Friday, April 21, 2006

Kenapa tidak ada hari Kartono?

Ini entri blog saya pada hari esok dua tahun yang lalu, dalam rangka hari Kartini.
Bagi yang sudah pernah baca, maaf ya, diulang nih... yang belum, enjoy!

~-***-~

Speaking about Kartini’s Day.
Hari Kartini. Itu kemarin. Dan aku nggak bakal ingat kalau kemarin itu hari Kartini seandainya aku nggak buka blog temanku. Dia cowok, dan dia ingat. Aku cewek, kok aku nggak ingat?

Memang apa hubungannya hari Kartini dengan kenyataan apakah kamu cewek atau cowok?
Mungkin karena sudah terlalu identik bahwa hari Kartini itu harinya kaum wanita. Sejak kecil waktu masih di TK, hari Kartini selalu dirayakan. Mulai dari pakai kabaya dan konde ala Kartini, sampai lomba-lomba bertema kewanitaan. Lomba kebaya, lomba memasak, lomba bikin kue, dan lomba-lomba lainnya. Aku? Tentu saja nggak pernah ikut berpartisipasi, kecuali ikut pakai kebaya dan konde waktu TK dulu, itupun karena semua anak perempuan diharuskan demikian. Maka repotlah ibuku cari pinjaman baju kebaya lengkap dengan kondenya, bangun pagi-pagi, antar aku ke salon untuk di konde, kemudian merias wajahku ala wanita-wanita jaman kerajaan dahulu kala. Repot banget, dan itu sebabnya aku nggak terlalu suka acara hari Kartini. Kadang-kadang aku iri dengan teman-teman cowokku karena mereka nggak usah merasakan ritual-ritual wanita yang merepotkan begitu. Mereka cukup pakai baju adat, yang tidak merepotkan tentunya. That’s it! Lalu sesudah acara selesai mereka bebas ganti baju kaos lagi dan kemudian bisa segera pergi main dengan teman-teman lainnya. Kalo cewek? Nggak cukup ganti baju saja tapi masih harus melepas konde, sisir lagi rambut biar rapi dari hasil sasak yang bikin rambut kusut nggak jelas dan sudah menghabiskan satu botol hairspray, dan terakhir menghapus make-up yang saking tebalnya mungkin nenekku nggak akan kenal lagi sama cucunya ini. Kenapa sih untuk para cowok nggak ada hari Kartono?

Itu hanya masa-masa TK atau SD saja. Untungnya di SMP dan SMA nggak pernah ada kewajiban acara-acara seperti itu. Yang ada hanya acara-acara yang melibatkan beberapa orang tertentu yang memang ingin terlibat, atau terpaksa terlibat karena mereka panitia acara tersebut. Dan aku? Seperti sudah kubilang tadi, tentu saja aku dengan senang hati nggak ikut berpartisipasi.

Lain lagi ceritanya masa kuliah. Aku kuliah di jurusan teknik, dimana mayoritas mahasiswanya adalah cowok. Di angkatanku saja hanya ada 4 orang cewek diantara 61 orang cowok. Entah siapa yang punya ide, akhirnya disepakati untuk hari Kartini para cewek yang cuman 4 orang itu disuruh pake rok ke kampus. Padahal sehari-hari mana pernah pake rok, jeans rules! Seumur hidup saja mungkin bisa dihitung dengan jari tangan (plus kaki deh) berapa kali aku pakai rok untuk acara-acara casual, nggak termasuk pesta pernikahan lho. Akhirnya, pada 21 April, hanya 2 orang dari kami yang pakai rok. Sisanya tetap dengan celana jeansnya, dan salah satunya tentu saja aku sendiri. “Ah kamu ini, nggak Kartini banget sih?” Begitu kira-kira celetuk salah satu teman cowokku waktu itu. Lho, memangnya kalo aku nggak pake rok artinya aku nggak berjiwa Kartini ya? Lagian, seperti apa sih jiwa Kartini itu, aku nggak tahu. Yang aku tahu Cuma Kartini itu pejuang emansipasi wanita.

Emansipasi? Emansipasi itu apaan sih?
Emancipation: [noun] Freeing someone from the control of another; especially parent’s relinquishing authority and control over a minor child. [Type of: freeing, liberation, release] (sumber: WordWeb).

Kalau jaman pelajaran sejarah di SD dulu, emansipasi itu artinya persamaan hak antara wanita dan pria. Intinya Kartini itu memperjuangan persamaan hak antara wanita dan pria, supaya wanita bisa mengecap pendidikan tinggi seperti pria, supaya wanita bisa melakukan usaha-usaha seperti yang dilakukan pria, supaya wanita nggak cuma ngendon di rumah mengurus anak, suami, dan rumah tangga, pokoknya supaya wanita bisa lebih produktif (bukannya produktif punya anak banyak). Tapi toh soal emansipasi ini sekarang sering jadi bahan candaan. Memang sekarang cewek sudah pada bisa nyetir mobil sendiri. Tapi urusan dorong mobil pas lagi mogok, atau urusan ganti ban pas bannya kempes tetep saja cowok yang ketiban. Kalau sudah begitu cowok bilang, “Yah, katanya emansipasi, masak ganti ban aja nggak bisa?” Atau kalau ada cowok yang nggak bisa ganti ban mungkin teman ceweknya bakal bilang “Yah, elu cowok masak nggak bisa ganti ban?”
Iya ya, cewek sendiri yang menuntut emansipasi, tapi seringkali cewek sendiri juga yang sok lemah. Itu yang sering terpikir olehku.

Jadi ingat buku Why Men Don’t Listened and Why Women Can’t Read Maps karangan Barbara & Alan Pease. Dari buku itu aku bisa narik satu kesimpulan penting. Wanita dan pria itu memang berbeda, dan nggak akan bisa disamakan. Kodrat mereka berbeda. Secara komposisi biologis, susunan kimiawi tubuh, dan komposisi hormonal saja berbeda kok. Kalau nggak beda sih untuk apa Tuhan menciptakan pria dan wanita, kenapa nggak semuanya pria atau semuanya wanita saja. Jadi pria dan wanita ada karena mereka saling memerlukan untuk membuat hidup mereka lebih mudah. Masing-masing sudah memiliki kodratnya untuk saling mendukung.

Jadi apa yang salah dengan emansipasi? Tidak ada! Coba kita kembalikan lagi arti kata emansipasi itu sendiri seperti yang sudah aku tulis diatas tadi. Dalam artinya tidak ada sama sekali menyebut tentang gender karena memang arti dasarnya adalah pembebasan. Yang salah ada penyampaian pada masyarakat (dalam hal ini murid SD) bahwa emansipasi adalah persamaan antara wanita dan pria (oops, aduh kualat nggak ya sama guru-guru SD). Well, at least begitulah pendapatku.

Intinya, menurutku emansipasi wanita ini adalah kebebasan wanita untuk menjalankan kodratnya sebagai wanita dalam situasi saling mendukung dengan pria dalam wangka mewujudkan hidup yang harmonis (cieh, berat banget bahasa gua!)

Jadi nggak usah mencak-mencak kalau ada lowongan kerja yang salah satu persyaratannya adalah ‘pria’, Karena berarti memang (mungkin) prialah yang lebih cocok untuk posisi itu. Pasti wanita juga punya porsi sendiri dimana wanitalah yang cocok untuk suatu posisi.

So, kesimpulan dari cuap-cuap gua yang panjang ini adalah: nggak ada hubungannya sama sekali antara cewek yang nggak mau pakai rok untuk hari Kartini dengan jiwa Kartini itu sendiri.

Thursday, April 20, 2006

Everything happens for a reason

Ada saat dimana kita begitu menginginkan sesuatu, tapi takdir berkata lain. Setelah semua usaha yang kita lakukan, tapi ternyata takdir tidak berpihak pada kita. Saat kita curahkan segala yang terbaik semampu kita, tapi takdir tidak memberikan hasil yang diinginkan. Ketika harapan sudah tergantung tinggi, apa daya talinya putus.

Sedih, marah, dongkol, kesal, gondok, sesak.... sebut saja semua perasaan yang tidak mengenakan seperti ini, semua akan terasa.

Sebagai manusia, tentunya saya juga pernah mengalami hal seperti ini, seperti juga orang lain di luar sana. Juga Anda.

Yang namanya hidup, pasti penuh perjuangan. Penuh usaha. Kita tidak bisa menuntut semua hal akan berakhir seperti yang kita harapkan. Tugas kita hanya berusaha sebaik mungkin, berdoa, lalu pasrah. Ya, pasrah. Mungkin kedengarannya cengeng. Tapi ketika semua usaha sudah kita lakukan tanpa tersisa, kita hanya bisa pasrah. Tinggal kita menentukan, sejauh manakah usaha yang kita anggap maksimal itu? Mungkin kata yang lebih tepat untuk menggambarkan hal ini adalah tawakal.

Menerima kenyataan buruk bahwa usaha kita gagal atau tidak seratus persen berhasil adalah tidak mudah, tergantung seberapa penting usaha yang kita lakukan itu. Perlu waktu yang tidak sebentar untuk saya mulai mengerti bahwa ada hikmah dibalik setiap kejadian. Seburuk apapun kejadian, insya Allah akan ada hikmahnya. Saya percaya bahwa Allah memberikan yang terbaik bagi kita semua. Saya percaya bahwa suatu saat dimasa depan saya akan melihat balik ke masa lalu dan berkata pada diri sendiri "untung saja waktu itu saya......(silahkan lanjutkan sendiri)".

Begitulah cara saya berhadapan dengan suatu 'kegagalan'. Meskipun demikian, saya tidak mengatakan bahwa kegagalan adalah hal yang mudah untuk diterima.

Everything happens for a reason. Semua terjadi karena suatu alasan.

Wednesday, April 19, 2006

Learn to cook

Image hosting by Photobucket

  1. Pisang goreng / Fried banana
  2. Bihun goreng / Fried rice vermicelli in dark sauce
  3. Gulai ayam / Chicken curry (without curry... :P)
  4. Sayur lodeh / Mixed vegetable in coconut milk
  5. Bala-bala
  6. Cah tauge bumbu tiram / Stir fry bean sprout with oyster sauce
  7. Macaroni schotel
  8. Ayam ijo / Chicken in green chili
  9. Gulai kepala ikan / Fish Head curry (again, without curry..)
  10. Sukiyaki masak saus tiram / Sukiyaki in oyster sauce
  11. Tekwan
Note: i haven't got the chance to post the recipes, so the pictures first ^_^

Jadwal Shalat

Biasanya kami, saya dan suami, mengambil jadwal shalat tahunan dari mesjid di dekat rumah kami. Jadwal shalat itu dicetak khusus seukuran dompet, jadi bisa dibawa kemanapun kami pergi.

Tahun 2006 ini, kami kehabisan jadwal shalat yang biasanya ada di mesjid. Jadi kami bergantung pada informasi dari MUIS (Majelis Ugama Islam Singapura) Dari situs ini bisa diperoleh jadwal shalat selama satu tahun penuh. Tapi cukup merepotkan juga jika tiap saat harus membuka situs untuk melihat jadwal shalat. Apalagi kalau kebetulan sedang berpergian dan kepepet waktu shalat, atau kebetulan sedang berpuasa.

Jadwal shalat dari MUIS bisa diprint, tapi per bulan. Jadi jadwal shalat dalam sebulan dalam satu lembar kertas. Untuk setahun berarti duabelas lembar. Tidak masalah sih kalau hanya untuk disimpan dirumah. Tapi kalau untuk dibawa bepergian, agak malas juga membawa satu lembar kertas dilipat-lipat dalam dompet (dompet jadi tebal gak karuan.. mending kalau tebal sama duit deh... :P ).

Akhirnya, kami menyerah. Jadwal shalat mulai bulan April sampai Desember didownload dari MUIS. Kemudian jadwal ini dimodifikasi tampilannya supaya muat diprint dalam satu lembar kertas saja. Tidak hanya itu, kami juga membuat format jadwal untuk disimpan sebagai catatan kecil ataupun sebagai SMS dalam HP. Kira-kira beginilah bentuknya dalam HP saya.

Image hosting by Photobucket
Bagi Anda yang berdomisili di Singapore, silakan mendownload jadwal shalat yang saya buat ini jika memerlukan.
Jadwal Shalat Apr-Dec 2006
Format landscape 1 lembar A4 [View] [Download xls file] [Download pdf file]
Format SMS/HP [View] [Download txt file]

Catatan: Jika dalam waktu 14 hari tidak ada aktifitas download, link akan non-aktif secara otomatis. Jadi kalau link download tidak bekerja, silakan tinggalkan pesan, saya akan upload kembali.

Tuesday, April 18, 2006

Nge-leot lagi

Bukan.. bukan leot buat blog saya kok. Yang sekarang ini ngebantuin temen aja. Akhirnya kemaren dia nagih janji yang sudah tertunda hampir dua minggu; bantuin ngebenahin blog dia. Akhirnya jadilah kemarin ngebenahin sekaligus dua blognya.
Sebenarnya gak bikin leot dari nol sih, cuman memodif yang udah ada aja. Jadi ya gak lama. Waktu paling lama dihabiskan untuk membuat bannernya, atau tepatnya me-retouch (kan yang bikin gambar aslinya bukan saya..). Yah, tunai sudah janji bakti... *beuh*

Jadi inget, masih ada janji sama teman lain yang rumahnya di villageoflost untuk bantuin soal leot-leotan ini juga. So, "Pak, whenever you're ready just buzz me, lah! Asal guanya gak lagi mau pergi, insya Allah gua siap deh..."

Akh... udah hampir akhir bulan aja. Waktu berjalan gak terasa gini. Tiba-tiba udah hampir deadline lagi.... *sigh*


UPDATE: ternyata kayaknya saya juga ada janji yang sama dengan bapak yang tinggal di negeri Belanda ini. Hehehe...

Friday, April 7, 2006

Tentang Real Ninja

Saya penggemar anime jepang Naruto. Tapi video ini... merusak nama baik ninja-ninja Naruto... :P
Hwahahaha... lucu banget!



P.S: Sebenarnya ini dalam rangka iseng nyobain You Tube.

Pot with lid

Image hosting by Photobucket

This one is a product of IKEA.

Price SGD 29.00

Well, it doesn't have to be this particular pot. Any kind of cooking pot is OK as long as it's not the teflon coated one.

Sepuluh Alasan Untuk Tidak Memakai Jilbab!

Saya dapatkan artikel ini dari salah satu milis muslim yang saya ikuti.

***
Sepuluh Alasan Untuk Tidak Memakai Jilbab!
Oleh : Dr. Huwayda Ismaeel (Diterjemahkan dari artikel berbahasa Inggris)
Dari: Al-Bayan Magazine


ALASAN I :
Saya belum benar-benar yakin akan fungsi/kegunaan jilbab.

Kami kemudian menanyakan dua pertanyaan kepada saudari ini;

Pertama, apakah ia benar-benar percaya dan mengakui kebenaran agama Islam? Dengan alami ia berkata, Ya, sambil kemudian mengucap Laa Ilaa haIllallah! Yang menunjukkan ia taat pada aqidahnya dan Muhammadan rasullullah! Yang menyatakan ia taat pada syariahnya. Dengan begitu ia yakin akan Islam beserta seluruh hukumnya.

Kedua, kami menanyakan; Bukankah memakai jilbab termasuk hukum dalam Islam? Apabila saudari ini jujur dan dan tulus dalam ke-Islamannya, ia akan berkata; Ya, itu adalah sebagian dari hukum Islam yang tertera di Al-Quran suci dan merupakan sunnah Rasulullah SAWW yang suci.

Jadi kesimpulannya disini, apabila saudari ini percaya akan Islam dan meyakininya, mengapa ia tidak melaksanakan hukum dan perintahnya?

ALASAN II :
Saya yakin akan pentingnya jilbab namun Ibu saya melarangnya, dan apabila saya melanggar ibu, saya akan masuk neraka.

Yang telah menjawab hal ini adalah ciptaan Allah Azza wa Jalla termulia, Rasulullah SAWW dalam nasihatnya yang sangat bijaksana; "Tiada kepatuhan kepada suatu ciptaan diatas kepatuhan kepada Allah SWT." (Ahmad). Sesungguhnya, status orangtua dalam Islam, menempati posisi yang sangat tinggi dan terhormat. Dalam sebuah ayat disebutkan;

"Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun. Dan berbuat baiklah kepada kedua orang Ibu Bapak . . " (QS. An-Nisa:36).
Kepatuhan terhadap orangtua tidak terbatas kecuali dalam satu aspek, yaitu apabila berkaitan dengan kepatuhan kepada Allah SWT. Allah berfirman;
"dan jika keduanya memaksamu untuk
mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya?? (QS. Luqman : 15)
Berbuat tidak patuh terhadap orangtua dalam menjalani perintah Allah SWT tidak menyebabkan kita dapat berbuat seenaknya terhadap mereka. Kita tetap harus hormat dan menyayangi mereka sepenuhnya. Allah berfirman di ayat yang sama;
"dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik."
Kesimpulannya, bagaimana mungkin kamu mematuhi ibumu namun melanggar Allah SWT yang menciptakan kamu dan ibumu.

ALASAN III :
Posisi dan lingkungan saya tidak membolehkan saya memakai jilbab.

Saudari ini mungkin satu diantara dua tipe: dia tulus dan jujur, atau sebaliknya, ia seorang penipu yang mengatasnamakan lingkungan pekerjaannya untuk tidak memakai jilbab. Kita akan memulai dengan menjawab tipe dia adalah wanita yang tulus dan jujur.

"Apakah anda tidak tidak menyadari saudariku tersayang, bahwa wanita muslim tidak diperbolehkan untuk meninggalkan rumah tanpa menutupi auratnya dengan hijab dan adalah kewajiban bagi setiap muslim untuk mengetahuinya? Apabila engkau, saudariku, menghabiskan banyak waktu dan tenagamu untuk melakukan dan mempelajari berbagai macam hal di dunia ini, bagaimana mungkin engkau dapat sedemikian cerobohnya untuk tidak mempelajari hal-hal yang akan menyelamatkanmu dari kemarahan Allah dan kematianmu?"

Bukankah Allah SWT telah berfirman;
"maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan, jika kamu tidak mengetahui" (QS An-Nahl : 43).
Belajarlah untuk mengetahui hikmah menutup auratmu. Apabila kau harus keluar rumahmu, tutupilah auratmu dengan jilbab, carilah kesenangan Allah SWT daripada kesenangan syetan. Karena kejahatan dapat berawal dari pemandangan yang memabukkan dari seorang wanita.

Saudariku tersayang, apabila kau benar-benar jujur dan tulus dalam menjalani sesuatu dan berusaha, kau akan menemukan ribuan tangan kebaikan siap membantumu, dan Allah SWT akan membuat segala permasalahan mudah untukmu. Bukankah Allah SWT telah berfirman;
"Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rizki dari arah yang tiada disangka-sangkanya.." (QS. AtTalaq :2-3).
Kedudukan dan kehormatan adalah sesuatu yang ditentukan oleh Allah SWT. Dan tidak bergantung pada kemewahan pakaian yang kita kenakan, warna yang mencolok, dan mengikuti trend yang sedang berlaku. Kehormatan dan kedudukan lebih kepada bersikap patuh pada Allah SWT dan Rasul-Nya SAW, dan bergantung pada hukum Allah SWT yang murni. Dengarkanlah kalimat Allah;
"sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah adalah orang yang paling bertakwa diantara kamu.." (QS. Al-Hujurat:13).
Kesimpulannya, lakukanlah sesuatu dengan mencari kesenangan dan keridhoan Allah SWT, dan berikan harga yang sedikit pada benda-benda mahal yang dapat menjerumuskanmu.

ALASAN IV :
Udara di daerah saya amatlah panas dan saya tidak dapat menahannya. Bagaimana mungkin saya dapat mengatasinya apalagi jika saya memakai jilbab.

Allah SWT memberikan perumpamaan dengan mengatakan;
"api neraka jahannam itu lebih lebih sangat panas(nya) jikalau mereka mengetahui.." (QS At-Taubah : 81)
Bagaimana mungkin kamu dapat membandingkan panas di daerahmu dengan panas di neraka jahannam? Sesungguhnya saudariku, syetan telah mencoba membuat talli besar untuk menarikmud ari panasnya bumi ini kedalam panasnya suasana neraka.

Bebaskan dirimu dari jeratannya dan cobalah untuk melihat panasnya matahari sebagai anugerah, bukan kesengsaraan. Apalagi mengingat bahwa intensitas hukuman dari Allah SWT akan jauh lebih berat dari apa yang kau rasakan sekarang di dunia fana ini. Kembalilah pada hukum Allah SWT dan berlindunglah dari hukuman-Nya, sebagaimana tercantum dalam ayat;
"mereka tidak merasakan kesejukan di dalamnya dan tidak (pula mendapat) minuman, selain air yang mendidih dan nanah" (QS. AN-NABA 78:24-25).
Kesimpulannya, surga yang Allah SWT janjikan, penuh dengan cobaan dan ujian. Sementara jalan menuju neraka penuh dengan kesenangan, nafsu dan kenikmatan.

ALASAN V :
Saya takut, bila saya memakai jilbab sekarang, di lain hari saya akan melepasnya kembali, karena saya melihat banyak sekali orang yang begitu.

Kepada saudari itu saya berkata, "apabila semua orang mengaplikasikan logika anda tersebut, mereka akan meninggalkan seluruh kewajibannya pada akhirnya nanti! Mereka akan meninggalkan shalat lima waktu karena mereka takut tidak dapat melaksanakan satu saja waktu shalat itu. Mereka akan meninggalkan puasa di bulan ramadhan, karena mereka tekut tidak dapat menunaikan satu hari ramadhan saja di bulan puasa, dan seterusnya. Tidakkah kamu melihat bagaimana syetan telah menjebakmu lagi dan memblokade petunju bagimu?

Allah SWT menyukai ketaatan yang berkesinambungan walaupun hanya suatu ketaatan yang sangat kecil atau dianjurkan. Lalu bagaimana dengan sesuatu yang benar-benar diwajibkan sebagaimana kewajiban memakai jilbab? Rasulullah SAWW bersabda;
"Perbuatan yang paling dicintai Allah adalah perbuatan mulia yang terus menerus, yang mungkin orang lain anggap kecil."
Mengapa kamu saudariku, tidak melihat alasan mereka yang dibuat-buat untuk menanggalkan kembali jilbab mereka dan menjauhi mereka? Mengapa tidak kau buka tabir kebenaran dan berpegang teguh padanya? Allah SWT sesungguhnya telah berfirman;
"maka kami jadikan yang demikian itu peringatan bagi orang-orang dimasa itu, dan bagi mereka yang datang di masa kemudian, serta menjadi pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa" (QS. AL BAQARAH 2:66)
Kesimpulannya, apabila kau memegang teguh petunjuk dan merasakan manisnya keimanan, kau tidak akan meninggalkan sekali pun perintah Allah SWT setelah kau melaksanakannya.

ALASAN VI :
Apabila saya memakai jilbab, maka jodohku akan sulit, jadi aku akan memakainya nanti setelah menikah.

Saudariku, suami mana pun yang lebih menyukaimu tidak memakai jilbab dan membiarkan auratmu di depan umum, berarti dia tidak mengindahkan hukum dan perintah Allah SWT dan bukanlah suami yang berharga sejak semula. Dia adalah suami yang tidak memiliki perasaan
untuk melindungi dan menjaga perintah Allah SWT, dan jangan pernah berharap tipe suami seperti ini akan menolongmu menjauhi api neraka, apalagi memasuki surga Allah SWT. Sebuah rumah yang dipenuhi dengan ketidak- taatan kepada Allah SWT, akan selalu menghadapi kepedihan dan kemalangan di dunia kini dan bahkan di akhirat nanti.

Allah SWT bersabda;
"dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta" (QS. TAHA 20:124)
Pernikahan adalah sebuah pertolongan dan keberkahan dari Allah SWT kepada siapa saja yang Ia kehendaki. Berapa banyak wanita yang ternyata menikah sementara mereka yang tidak memakai jilbab tidak? Apabila kau, saudariku tersayang, mengatakan bahwa ketidak-tertutupanmu kini adalah suatu jalan menuju sesuatu yang murni, asli, yaitu pernikahan. Tidak ada ketertutupan. Saudariku, suatu tujuanyang murni, tidak akan tercapai melalui jalan yang tidak murni dan kotor dalam Islam. Apabila tujuannya bersih dan murni, serta terhormat, maka jalan menuju kesana pastilah harus dicapai dengan bersih dan murni pula. Dalam syariat Islam kita menyebutnya : Alat atau jalan untuk mencapai sesuatu, tergantung dari peraturan yang ada untuk mencapai tujuan tersebut.
Kesimpulannya, tidak ada keberkahan dari suatu perkawinan yang didasari oleh dosa dan kebodohan.

ALASAN VII :
Saya tidak memakai jilbab berdasarkan perkataan Allah SWT : "dan terhadap nikmat Tuhanmu, maka hendaklah kamu menyebut-nyebutnya (dengan bersyukur)"(QS.Ad-Dhuhaa 93: 11). Bagaimana mungkin saya menutupi anugerah Allah berupa kulit mulus dan rambutku yang indah?

Jadi saudari kita ini mengacu pada Kitab Allah selama itu mendukung kepentingannya dan pemahamannya sendiri ! ia meninggalkan tafsir sesungguhnya dibelakang ayat itu apabila hal itu tidak menyenangkannya. Apabila yang saya katakan ini salah, mengapa saudari kita ini tidak mengikuti ayat :
"janganlah mereka menampakkan perhiasannya kecuali yang nampak daripadanya" (QS An-Nur 24: 31]
dan sabda Allah SWT:
"katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin; hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya.." (QS Al-Ahzab 33:59).
Dengan pernyataan darimu itu, saudariku, engkau telah membuat syariah sendiri bagi dirimu, yang sesungguhnya telah dilarang oleh Allah SWT, yang disebut at-tabarruj dan as-sufoor. Berkah terbesar dari Allah SWT bagi kita adalah iman dan hidayah, yang diantaranya adalah menggunakan hijab. Mengapa kamu tidak mempelajari dan menelaah anugerah terbesar bagimu ini?
Kesimpulannya, apakah ada anugerah dan pertolongan terhadap wanita yang lebih besar daripada petunjuk dan hijab?

ALASAN VIII :
Saya tahu bahwa jilbab adalah kewajiban, tapi saya akan memakainya bila saya sudah merasa terpanggil dan diberi petunjuk olehNya.

Saya bertanya kepada saudariku ini, rencana atau langkah apa yang ia lakukan selama menunggu hidayah, petunjuk dari Allah SWT seperti yang dia katakan? Kita mengetahui bahwa Allah SWT dalam kalimat-kalimat bijak-Nya menciptakan sebab atau cara untuk segala sesuatu. Itulah mengapa orang yang sakit menelan sebutir obat untuk menjadi sehat, dan sebagainya. Apakah saudariku ini telah dengan seluruh keseriusan dan usahanya mencari petunjuk sesungguhnya dengan segala ketulusannya, berdoa, sebagaimana dalam surah Al-Fatihah 1:6 "Tunjukilah kami jalan yang lurus" serta berkumpul mencari pengetahuan kepada muslimah-muslimah lain yang lebih taat dan yang menurutnya telah diberi petunjuk dengan menggunakan jilbab?
Kesimpulannya, apabila saudariku ini benar-benar serius dalam mencari atau pun menunggu petunjuk dari Allah SWT, dia pastilah akan melakukan jalan-jalan menuju pencariannya itu.

ALASAN IX :
Belum waktunya bagi saya. Saya masih terlalu muda untuk memakainya. Saya pasti akan memakainya nanti seiring dengan penambahan umur dan setelah saya pergi haji.

Malaikat kematian, saudariku, mengunjungi dan menunggu di pintumu kapan saja Allah SWT berkehendak. Sayangnya, saudariku, kematian tidak mendiskriminasi antara tua dan muda dan ia mungkin saja datang disaat kau masih dalam keadaan penuh dosa dan ketidaksiapan Allah SWT bersabda;
"tiap umat mepunyai batas waktu; maka apabila telah datang waktunya mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaat pun dan tidak dapat (pula) memajukannya" (QS Al-An'aam 7:34]
Saudariku tersayang, kau harus berlomba-lomba dalam kepatuhan pada Allah SWT;
"berlomba-lombalah kamu kepada (mendapatkan) ampunan dari Tuhanmu dan surga yang luasnya seluas langit dan bumu.." (QS Al-Hadid 57:21)
Saudariku, jangan melupakan Allah SWT atau Ia akan melupakanmu di dunia ini dan selanjutnya. Kau melupakan jiwamu sendiri dengan tidak memenuhi hak jiwamu untuk mematuhi-Nya. Allah mengatakan tentang orang-orang yang munafik,
"dan janganlah kamu seperti orang- orang yang lupa kepada Allah, lalu Allah menjadikan mereka lupa kepada diri mereka sendiri" (QS Al-Hashr 59: 19)
Saudariku, memakai jilbab di usiamu yang muda, akan memudahkanmu. Karena Allah SWT akan menanyakanmu akan waktu yang kau habiskan semasa mudamu, dan setiap waktu dalam hidupmu di hari pembalasan nanti.

Kesimpulannya, berhentilah menetapkan kegiatanmu dimasa datang, karena tidak seorang pun yang dapat menjamin kehidupannya hingga esok hari.

ALASAN X :
Saya takut, bila saya memakai jilbab, saya akan di-cap dan digolongkan dalam kelompok tertentu! Saya benci pengelompokan!

Saudariku, hanya ada dua kelompok dalam Islam. Dan keduanya disebutkan dalam Kitabullah. Kelompok pertama adalah kelompok / tentara Allah (Hizbullah) yang diberikan pada mereka kemenangan, karena kepatuhan mereka. Dan kelompok kedua adalah kelompok syetan yang terkutuk (hizbush-shaitan) yang selalu melanggar Allah SWT. Apabila kau, saudariku, memegang teguh perintah Allah SWT, dan ternyata disekelilingmu adalah saudara-saudaramu yang memakai jilbab, kau tetap akan dimasukkan dalam kelompok Allah SWT. Namun apabila kau memperindah nafsu dan egomu, kau akan mengendarai kendaraan Syetan, seburuk-buruknya teman.


KESIMPULAN

Tubuhmu, dipertontonkan di pasar para syetan dan merayu hati para pria. Model rambut, pakaian ketat yang mempertontonkan setiap detail tubuhmu, pakaian-pakaian pendek yang menunjukkan keindahan kakimu, dan semua yang dapat membangkitkan amarah Allah SWT dan menyenangkan syetan. Setiap waktumu yang kau habiskan dalam kondisi ini, akan terus semakin menjauhkanmu dari Allah SWT dan semakin membawamu lebih dekat pada syetan. Setiap waktu kutukan dan kemarahan menuju kepadamu dari surga hingga kau bertaubat. Setiap hari membawamu semakin dekat kepada kematian.
"tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain dari kesenangan yang memperdayakan" (QS Ali `Imran 3:185).
Naikilah kereta untuk mengejar ketinggalan, saudariku, sebelum kereta itu melewati stasiunmu. Renungkan secara mendalam, saudariku, apa yang terjadi hari ini sebelum esok datang. Pikirkan tentang hal ini, saudariku, sekarang, sebelum semuanya terlambat !

False Alarm, Serangan Bom, dan Old Lady

Tepat jam enam pagi alarm di henpon kami berbunyi. Alarm henpon saya yang berupa rington poliponik, dan alarm henpon suami yang berupa suara kokok ayam yang sangat annoying. Kesannya sang ayam sedang berusaha bernyanyi merdu diiringi rington poliponik. Saking hancurnya perpaduan suara kokok ayam dan rington poliponik, kami tidak pernah gagal untuk bangun pagi, minimal untuk mematikan 'mereka'. Masalah setelah itu tidur lagi sih urusan kedua. *hehe*

Lalu kami pun bangun dan segera bersiap-siap untuk shalat subuh. Selesai shalat, tidur lagi dong, karena memang biasanya kegiatan sehari-hari kami dimulai jam delapan pagi. Baru tertidur limabelas menit tiba-tiba sang maha alarm berbunyi! Maksud saya alarm kebakaran di gedung saya. Setelah memastikan bahwa saya sedang tidak bermimpi, saat itu juga saya langsung teringat sang ayam yang berusaha berkokok merdu diiringi rington poliponik. Kalau dibandingkan sang maha alarm, kokok ayam dan rington poliponik itu jaauuuhhh lebih baik deh *soalnya bisa dimatiin*.
Anyway, dengan memperhatikan bahwa jam enam pagi adalah waktu yang aneh untuk fire drill dan tidak ada pengumuman sebelumnya, jadi kami sempat berpikir alarm itu serius. Suami saya sampai keluar kamar segala untuk memastikan keadaan. Tapi berhubung tidak ada halo-halo yang mengumumkan 'This is not a drill', kami pun kembali ke tempat tidur dan berusaha tidur lagi. Kira-kira sepuluh menit kemudian alarm berhenti berdering. Saya yakin petugas pun agak mencak-mencak karena false alarm di pagi buta ini.

Keadaan tenang, saya pun kembali tertidur. Tapi, belum lama tertidur, saya lagi-lagi dibangunkan secara paksa dan terkejut oleh si maha alarm itu. Kali ini dia berbunyi lama dan tidak berhenti. Saya mulai mendengar keributan di luar. Tapi anehnya kok suami saya masih bisa tidur dengan nyenyak. Akhirnya saya bangun dan beranjak ke jendela. Saya singkap sedikit tirai jendela dan.... ya Tuhan... apa itu? Gedung yang letaknya berseberangan dengan gedung saya sudah porak poranda, seperti habis kena bom. Orang-orang berlarian panik. Seketika itu saya sangat takut. Jantung saya berdebar kencang sekali. Yang saya pikirkan hanyalah membangunkan suami dan segera keluar dari gedung ini. Saya takut sekali dan berharap bahwa ini semua hanya mimpi... dan terus berharap... Tiba-tiba saya terbangun, dengan napas yang tersengal-sengal, dan jantung yang berdebar-debar. Alhamdulillah, ternyata hanya mimpi. Baru jam tujuh, saya pun tidur lagi. Kali ini saya pastikan saya berdoa lagi, walaupun saya yakin sebelumnya pun saya sudah berdoa.

Sudah waktunya bangun. Saya menuju dapur untuk memasak air panas dan menyiapkan sarapan untuk suami saya. Tiba-tiba saya mendengar bunyi dari arah balkon jemuran. Ketika saya menoleh, saya melihat suatu tongkat pengait jemuran sedang mencolok-colok dan berusaha mengambil salah satu jemuran saya. Ia berhasil, dan satu jemuran saya seakan terbang menghilang ke atas. Saat saya dekati, saya melihat si 'Old Lady', begitulah saya menyebut tetangga yang kamarnya tepat diatas kamar saya ini, sedang memegang salah satu pakaian saya yang dia ambil dari jemuran saya. Wah, apa-apaan ini? Si Old Lady mencuri jemuran saya. Saya pun memanjat dinding supaya bisa melihat secara jelas ke lantai atas tempat si Old Lady berada. Saya tegur dia, tapi dia cuek. Akhirnya saya ambil saja barang-barang dia yang kebetulan ada didekat saya. Eh, dia malah marah-marah. Pokoknya kami jadi berantem. Waktu sedang gencarnya perang mulut, terdengar suara rington poliponik. Ada telepon, pikir saya. Saya pun meninggalkan si Old Lady dan segera meraih henpon saya. Lalu saya tekan tombol off... saya terbangun... ternyata saya barusan mematikan alarm jam delapan saya. Jadi, Old Lady pun ternyata hanya mimpi. Lagipula, siapa itu Old Lady? Tetangga di atas apartemen saya bukan Old Lady.

Duh... what a weird way to start a day...!

Thursday, April 6, 2006

Menawar Agama

Artikel yang sangat menarik ini ditulis oleh Ery Djunaedy.

Excerpt

Saya sangat tertarik mendengar pernyataan seseorang mengenai modus beragama (atau lebih tepatnya, modus berislam) yang dipilihnya. “Saya mah mau jadi muslim yang biasa-biasa saja.”

Bagi dia, mungkin pernyataan itu biasa-biasa saja. Bahkan mungkin sudah sewajarnya. Tapi bagi saya, itu pernyataan yang bombastis.

Kalau ada islam yang “biasa-biasa” saja, lalu apakah ada yang “luar biasa”? Apakah ada yang “tidak biasa”? Pertanyaan yang paling penting sebenarnya adalah, memangnya islam itu ada berapa macam?

Baca selengkapnya...

Tuesday, April 4, 2006

Sedang Ingin...

Mengantar kamera tercinta ke rumah sakit.
Kamera tercinta kami, Nikon CP5700, sedang rusak. Kira-kira awal februari gejala kerusakannya muncul; hasil jepretan over-exposed untuk posisi lensa zoom-out sampai kira-kira setengah zoom-in. Sedangkan untuk posisi lensa zoom-in tidak ada masalah. Aneh memang. Akhirnya saya bawa ke rumah sakit langganannya, Nikon service center. Diagnosa awal adalah harus ganti lensa. Untuk biayanya plus general service kami diquote sekitar SGD200. Tapi suku cadang baru akan tersedia akhir februari atau awal maret. Jadi si CP5700 belum jadi diopname saat itu. Bahkan sampai sekarang pun belum lapor lagi ke rumah sakitnya. Males banget euy perginya.... :p

Menyelesaikan kerjaan-kerjaan saya.
Biasa... kerjaan-kerjaan kejar deadline tiap bulan itu loh. Semangat sih ada, tapi apa daya saat mengerjakannya adaaaa saja kendalanya. Yang mentok lah, yang sakit lah, yang belum masak lah... padahal kegiatan cuman gitu-gitu saja.

Pulang dan liburan ke bandung.
Huhuhu... iyaa... ingin pulang ke Bandung. Kangen keluarga di Bandung: orang tua dan adik-adik, kangen belanja belanji di FO-FO Bandung, kangen teman-teman di Bandung, kangen makanan Bandung; batagor, sate padang, baso malang Mandeep, mie baso akung, lomie boromeus, bubur ayam asia afrika, brownies kukus Amanda.... pokoknya kangen semua yang ada di Bandung.

Baca novel, terutama novel Indonesia.
Ingin baca novel Indonesia lagi. Saya ingin baca lagi novel Pintu, Jendela, dan Atap karangan Fira Basuki; Supernova, dan Akar karya Dewi Lestari (Petir udah keluar belum?); atau novel-novel Indonesia apapun deh. Buku Ninit Yunita saja belum ada yang pernah saya baca satu pun. Terakhir saya baca novel kira-kira dua minggu yang lalu, Da Vince Code karangan Dan Brown, pinjeman dari Ibu Nisi. Sebenarnya tinggal angkat telepon dan telepon Ibu Nisi, kemudian novel Angels and Demons karangan Dan Brown bisa tersedia setiap saat. Tapi saya selalu berpikir, nanti saja kalau kerjaan saya sudah beres. Kalau tidak, bisa-bisa saya baca melulu dan bukannya kerja.

Bikin Tekwan.
Baru minta resep tekwan dari ibu mertua, tapi ternyata saya tidak punya bengkuang. Tadinya saya pikir sayurnya adalah lobak. Saya sudah beli lobak. Ternyata bengkuang. Halah... mau diapain nih lobak... dan beli bengkuang pun malas banget, masak pergi ke pasar cuman untuk bengkuang?!??

uhm... apa lagi ya.....?
Yang jelas sekarang ingin mandi!!