Monday, March 3, 2008

Saya menghabiskan pagi saya berburu kontainer kecil dan rak

... ya... untuk menempatkan bumbu-bumbu dapur.

Kemarin saya baru menyadari bahwa lemari di bawah kompor tempat saya menyimpang bumbu-bumbu dapur semakin kotor dipenuhi butiran-butiran hitam kecil-kecil. Coba tebak apakah butiran hitam kecil itu? Yap, betul! Kotoran kecoak... hiii. Semakin kuat lah niat saya membeli rak bumbu yang proper dan kontainer tertutup untuk menyimpan berbagai macam bawang.

Tadi pagi, saya iseng buka lemari bumbu dibawah kompor tersebut. Eng ing engg.... ada kecoak ngibrit kabur begitu pintunya terbuka.... Aaarggh, bukan cuman si kecoak yang ngibrit kabur, saya pun setengah kaget langsung nutup pintu lemari.

That's it. I'm heading to Sheng Siong and CK this very morning.

Memang sudah diduga sih, bawang yang disimpan terbuka pasti akan menarik kecoak datang. Hanya masalah waktu saja kapan sang kecoak akan datang dan mengotori bumbu-bumbu dapur saya. Ini juga salah satu resiko kalau rumah kita di lantai rendah, untuk kasus saya, di lantai 4. Jarak ketinggiannya cukup dekat dengan tempat sampah masal di lantai 1. Sama seperti cerita saya di rumah lama dulu.

Jadi solusinya bawang-bawang dan berbagai bumbu harus disimpan di tempat tertutup yang tidak bisa ditembus kecoak. Tempat tertutup apa lagi kalau bukan kontainer. Tapi masalahnya, kontainer tertutup adalah tempat yang buruk untuk bawang: bawangnya jadi cepat busuk. Jadi gimana dong? Saya juga bingung sih, tapi saking kesalnya sama kecoak, saya akan tetap menyimpang bawang saya di kontainer tertutup. Mungkin nanti setiap hari akan saya buka tutup kontainernya supaya para bawang bisa bernafas. Lalu didalam tempat bawang itu saya tambahkan silica gel untuk menyerap lembab. Mudah-mudahan cara ini berhasil menghalau kecoak sekaligus mempertahankan hidup bawang-bawang saya.


UPDATE 11/03/08:
TIDAK BERHASIL! Bawang-bawang saya pada benyek... akhirnya saya keluarkan lagi, dan simpan saja ditempat terbuka. Biarlah saya cari cara lain untuk menghalau kecoak.
Ada yang punya ide?

2 comments:

Anonymous said...

Assalamu'alaikum,
Mba Dini, begitu beli bawang merah langsung di blender tapi jang terlalu byk air dan campur dgn olive oil biar bisa tahan lama, simpan dalam container di kulkas. Kalo setiap perlu kita tinggal ambil seperlunya. Smoga membantu!
Cony,Sugar Land-TX

Dini said...

Waalaikum salam Mba Cony,
Wah makasih banget tipsnya nih.. ntar kapan-kapan saya coba. Cuman saya suka butuh bawang yang belum di blender. Jadi akhirnya bawang saya kemarin dikupas, dicuci, ditiris sampe kering, trus masukin kontainer kedap yang berstrainer. Alhamdulillah sampe sekarang masih sehat tuh bawang.. hehehe..